logo


Soal Investasi Miras, DPR: Jangan Sampai Keinginan Datangkan Investasi Justru Merusak Tatanan Sosial

Anggota DPR RI, Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan bahwa pemerintah perlu meninjau ulang rencana investasi minuman keras (Miras).

1 Maret 2021 11:23 WIB

Puluhan botol minuman keras (miras), disita petugas Polsek Bekasi Selatan, Kota Bekasi, dalam agenda operasi penyakit masyarakat
Puluhan botol minuman keras (miras), disita petugas Polsek Bekasi Selatan, Kota Bekasi, dalam agenda operasi penyakit masyarakat Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota DPR RI, Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan bahwa pemerintah perlu meninjau ulang rencana investasi minuman keras (Miras).

Hal itu dikarenakan rencana itu dapat membuat peredaran dan konsumen miras meningkat.

“Kami juga yakin akan semakin banyak anak di bawah umur yang mengkonsumsi miras. Hal ini berbahaya apalagi terbukti banyak penyimpangan peredaran miras ke area yang seharusnya terbebas dari alkohol,” ujarnya di Jakarta, minggu malam (28/2/2021).


Kecewa dengan Izin Investasi Miras, MUI: Pemerintah Terapkan Sistem Ekonomi Liberalisme Kapitalisme

Dia menambahkan bahwa miras juga terbuki meningkatkan jumlah kriminalitas di Indonesia. Hal itu terihat adanya oknum polisi bersenjata melakukan penembakan di kafe yang menewaskan tiga orang di Cengkareng.

“Di berita-berita mudah kita baca adanya kekerasan di rumah tangga (KDRT) yang korbannya mayoritas adalah perempuan dan anak. Pelecehan seksual bahkan pemerkosaan pun berpotensi mudah terjadi dan merusakkan moral generasi bangsa,” tuturnya.

Oleh karena itu, lanjut Illiza, jangan sampai keinginan untuk mendatangkan investasi merusak tatanan sosial yang ada.

“Jangan sampai investasi yang diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, malah bisa menimbulkan kekacauan sosial seperti yang disebabkan oleh peredaran miras,” tuturnya.

Dalam hal ini, Illiza mengatakan salah satu solusinya adalah perlu pengesahan Undang-undang minimal beralkohol yang akan membuat peredaran miras lebih terkendali.

“Kehadiran UU ini bukan berarti membuat miras benar-benar hilang di Indonesia, namun mengendalikannya dan bisa dikonsumsi oleh orang dan di tempat yang sudah ditentukan,” pungkasnya

Tolak Keras Investasi Miras di NKRI, Rizieq Shihab: Membunuh Masa Depan Bangsa

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar