logo


Nurdin Abdullah Tersandung Korupsi, Ketua KPK Singgung Pejabat Minim Integritas

Korupsi adalah pertemuan antara kekuasaan dan kesempatan serta minusnya integritas.

28 Februari 2021 13:45 WIB

Firli Bahuri
Firli Bahuri detikcom

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Firli Bahuri, menyesalkan tindakan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah yang menjadi tersangka kasus suap pembangunan infrastruktur.

Padahal, Nurdin pernah meraih penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) Tahun 2017 silam. Bahkan Nurdin selalu melibatkan KPK di dalam kepemerintahannya selama ini.

Namun, sederet prestasi yang disabet Nurdin tersebut kini tinggal nama belaka.


Ketua KPK: Jangan Pikir Orang yang Menerima Penghargaan Tidak Akan Melakukan Korupsi

Firli menegaskan penghargaan anti-korupsi yang disandang belum tentu menjamin seorang pejabat bisa lepas dari godaan korupsi.

“Tentu itu diberikan pada waktu dan tempat tertentu, jadi kita memang memberikan apresiasi pada pejabat negara yang berprestasi. Jangan berpikir bahwa setiap orang yang menerima penghargaan tidak melakukan korupsi,” ujar Firli saat Konferensi Pers di Jakarta, Minggu (28/2/2021).

Firli menilai kekuasaan yang dimiliki Nurdin sebagai orang nomor 1 di Sulsel membuka peluang untuk melakukan korupsi. Selain itu, ia menyindir Nurdin sebagai  pejabat yang minim integritas.

“Korupsi itu terjadi karena ada kekuasaan, ada keserakahan, ada kebutuhan. Korupsi adalah pertemuan antara kekuasaan dan kesempatan serta minusnya integritas,” jelas Firli.

Sebelumnya, KPK menetapkan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah sebagai tersangka dalam kasus suap pembangunan infrastruktur. Tak sendiri, Nurdin ditangkap bersama Sekretaris Dinas PUTR Sulsel, Edy Rahmat dan kontraktor Agung Sucipto.

KPK Sebut Nurdin Abdullah Telah Lama Kenal dengan Tersangka Penyuap

Halaman: 
Penulis : Iskandar