logo


Perjalanan China Jadi Negara Perekonomian Terbesar Dunia Tak Akan Mudah

Pakar ekonomi Bank of America memprediksi PDB China bisa meningkat dua kali lipat dibanding saat ini pada 2035 mendatang

27 Februari 2021 13:30 WIB

Shanghai, China
Shanghai, China istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Ekonom Bank of America mengatakan bahwa China saat ini berada di jalur yang tepat untuk meningkatkan perekonomiannya hingga dua kali lipat lebih besar pada tahun 2035 mendatang dan menjadi negara perekonomian terbesar dunia, mengalahkan Amerika Serikat.

Guna meningkatkan PDB dua kali lipat dalam lima belas tahun ke depan, China perlu menumbuhkan perekonomian sekitar 4,7% setiap tahunnya, dimana sejumlah pakar mengatakan bahwa hal tersebut sangat sulit untuk dicapai.

Meski demikian, Helen Qiao, kepala Riset Global Bank of Amerika untuk ekonomi Asia, mengatakan bahwa China memiliki sejumlah sumber daya yang dapat mereka manfaatkan untuk mencapai tujuan tersebut.


Serangan Udara AS di Suriah adalah Pesan untuk Iran, Joe Biden: Hati-hati

"Kami pikir China dapat mencapainya," kata Qiao pada Jumat (26/2) kepada CNBC.

Ia memperkirakan China akan mengambil alih status negara perekonomian terbesar dunia dari tangan Amerika Serikat pada tahun 2027 atau 2028 mendatang.

Untuk diketahui, China adalah salah satu dari segelintir negara yang perekonomiannya masih mengalami pertumbuhan di tahun 2020 meski menghadapi tantangan pandemi Covid-19. Data resmi menunjukkan bahwa perekonomian China masih meningkat 2,3% pada tahun 2020 lalu, dan IMF memprediksi perekonomian China akan mengalami pertumbuhan lagi di tahun ini hingga 8,1%.

Sementara itu, perekonomian AS pada tahun 2020 lalu mengalami kontraksi hingga 3,5% dan IMF memperkirakan jika pertumbuhan ekonomi AS tahun 2021 ini hanya sekitar 5,1%.

Tapi, perjalanan China mencapai tujuannya bukan tanpa halangan. Qiao mengatakan bahwa hubungan bilateral antara Beijing dan Washington yang semakin memburuk dapat mengancam pertumbuhan perekonomian China.

"Akankah hubungan (AS-China) tetap manis dan...damai? Kita tidak begitu yakin," tambahnya.

WHO Sebut Program Pendistribusian Vaksin Covid-19 bagi Negara Miskin Terancam Gagal

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia