logo


WHO Sebut Program Pendistribusian Vaksin Covid-19 bagi Negara Miskin Terancam Gagal

Direktur Jenderal WHO khawatir program COVAX gagal karena negara-negara maju membeli pasokan vaksin Covid-19 dalam skala besar.

27 Februari 2021 12:45 WIB

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus national geographic Indonesia

JENEWA, JITUNEWS.COM - Program pendistribusian vaksin Covid-19 bagi negara miskin dunia yang digagas oleh Badan Kesehatan Internasional (WHO) atau program COVAX, terancam mengalami kegagalan seiring dengan banyaknya negara kaya yang melakukan pembelian dosis vaksin Covid-19 dalam skala besar.

"Saat ini, sejumlah negara masih terus berupaya melakukan negosiasi pembelian (vaksin Covid-19) yang akan mengganggu pasokan COVAX. Tidak diragukan lagi," kata Bruce Aylward, seorang penasihat senior WHO dalam briefing, dikutip Al Jazeera.

WHO sendiri selama ini sudah meminta negara-negara kaya di dunia untuk ikut memastikan vaksin Covid-19 dapat didistribusikan secara merata ke seluruh negara di dunia.


Militer Myanmar Pindahkan Lokasi Penahanan Aung San Suu Kyi

Untuk meratakan pendistribusian vaksin tersebut, WHO juga telah memulai program COVAX, yang akan mendistribusikan 1,3 miliar dosis vaksin secara gratis kepada negara-negara dengan perekonomian menengah ke bawah pada tahun ini. Namun, sejauh ini program tersebut masih berjalan lambat.

"Kita tidak bisa mengalahkan Covid tanpa meratanya vaksin. Dunia kita tidak akan segera pulih tanpa meratanya (pendistribusian) vaksin, ini sudah jelas," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Kita sudah membuat progres yang cukup hebat. Tapi progres tersebut sangat rentan. Kita perlu mengakselerasi pasokan dan pendistribusian vaksin Covid-19 dan kita tak bisa melakukannya jika sejumlah negara terus melakukan pendekatan kepada pihak produsen vaksin yang selama ini sangat diandalkan oleh COVAX," tambahnya.

Serangan Udara AS di Suriah adalah Pesan untuk Iran, Joe Biden: Hati-hati

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia