logo


Setelah Hampir Sepuluh Bulan, Pemerintah Sri Lanka Akhirnya Ijinkan Jenazah Pasien Covid-19 untuk Dikubur

Sejak April 2020 lalu, pemerintah Sri Lanka mewajibkan semua jenazah pasien Covid-19 untuk dikremasi.

26 Februari 2021 18:00 WIB

Ilustrasi Pemakaman Jenazah Covid-19
Ilustrasi Pemakaman Jenazah Covid-19 istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Sri Lanka pada Jumat (26/2) akhirnya mencabut kebijakan agar semua jenazah pasien Covid-19 untuk dikremasi usai Perdana Menteri Pakistan Imran Khan yang tengah berkunjung ke negara tersebut mendesak pemerintah untuk menghormati tradisi penguburan jenazah warga muslim minoritas.

Sejak April lalu, pemerintah Sri Lanka melarang semua jenazah pasien Covid-19 untuk dikebumikan karena khawatir jika hal itu dapat menyebarkan virus.

Kebijakan tersebut tentu saja memicu kecaman dari sejumlah komunitas muslim yang merupakan kelompok minoritas di Sri Lanka.


Dubes Uni Eropa Diusir dari Venezuela, AS: Rezim Maduro semakin Terisolir

Meski Menteri Kesehatan Pavithra Wanniarachchi tidak menyebut alasan saat mengumumkan pencabutan aturan tersebut, sejumlah pejabat pemerintahan Sri Lanka mengatakan bahwa aturan tersebut dicabut atas desakan PM Pakistan Imran Khan yang berkunjung dan bertemu Presiden Gotabaya Rajapaksa dan Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa pada awal pekan ini.

"Saya...menyambut baik pengumuman dari pemerintah Sri Lanka yang mengijinkan opsi peguburan bagi mereka yang meninggal dunia karena infeksi Covid-19," kata Imran Khan dalam cuitannya.

Pada bulan Desember lalu, otoritas Sri Lanka mengeluarkan perintah untuk meng-kremasi sedikitnya 19 jenazah pasien Covid-19 beragama Islam, termasuk seorang bayi, usai keluarga mereka menolak mengakui jenazah-jenazah tersebut.

Khawatir Banyak Warga AS yang Menolak Vaksin, Joe Biden Gelar Kampanye Edukasi Besar-besaran

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia