logo


Terombang-Ambing di Laut Andaman selama 4 Hari, 81 Pengungsi Rohingya Berhasil Diselamatkan

Pasukan penjaga pantai India berhasil menemukan kapal yang ditumpangi oleh para pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Bangladesh pada awal pekan lalu

26 Februari 2021 14:30 WIB

Ilustrasi kapal yang digunakan oleh pengungsi Rohingya
Ilustrasi kapal yang digunakan oleh pengungsi Rohingya CNN

NEW DELHI, JITUNEWS.COM - Pasukan penjaga pantai India berhasil menyelamatkan sebuah kapal yang ditumpangi oleh pengungsi Rohingya, yang terombang-ambing di tengah Laut Andaman pada Kamis (25/2). Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri India pada Jumat (26/2).

Kemenlu India mengatakan bahwa setidaknya ada 81 orang yang berhasil di selamatkan dari kapal tersebut, dimana delapan pengungsi Rohingya ditemukan tewas dan seorang lainnya hilang.

Organisasi PBB yang menangani urusan pengungsi, UNHCR pada awal pekan ini dikabarkan sudah mengeluarkan peringatan adanya sebuah kapal yang hilang dari kamp penampungan etnis Rohingya di Cox Bazar Bangladesh. Etnis Rohingya diketahui melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh usai terjadinya operasi militer di Myanmar pada tahun 2017 lalu.


Konflik Perbatasan Mereda, Xiaomi Genjot Kapasitas Produksi di India

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India Anurag Srivastava mengatakan bahwa setelah berada di laut selama empat hari, kapal tersebut mengalami kerusakan mesin, dimana para pencari suaka Rohingya yang berada di kapal tersebut mulai kehabisan stok makanan dan minuman.

Ia menambahkan bahwa saat petugas penjaga pantai India menemukan kapal tersebut, banyak diantara mereka yang mengalami dehidrasi ekstrim dan tidak sedikit yang tengah sakit.

Para pencari suaka tersebut, 23 diantaranya masih anak-anak, kemudian dipindahkan ke dua unit kapal milik pasukan penjaga pantai India. Meski demikian, mereka tidak diijinkan untuk masuk ke wilayah India.

Pemerintah India kini tengah berdiskusi dengan Bangladesh guna memastikan para pengungsi tersebut dikembalikan dengan aman.

India diketahui tidak mengikuti konvensi pengungsi 1951 sehingga mereka tidak bertanggung jawab untuk melindungi para pencari suaka atau pengungsi internasional.

Atas Perintah Joe Biden, Militer AS Lancarkan Serangan Udara di Timur Suriah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia