logo


Dua Orang Tewas Ditembak Oknum Polisi Mabuk, PPP: Sahkan Segera RUU Larangan Minol

Awiek mengatakan meski pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka, kasus yang disebabkan oleh miras ini membuat gaduh Indonesia

26 Februari 2021 14:18 WIB

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi (Awiek) menyoroti aksi oknum polisi yang melakukan penembakan terhadap dua orang sipil dan satu anggota TNI usai meneguk minuman keras.

Awiek mengatakan meski pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka, kasus yang disebabkan oleh miras ini membuat gaduh Indonesia karena salah satu yang meninggal akibat peluru tajam tersebut salah satunya adalah TNI AD berikut pegawai coffe.

“Kegaduhan yang diakibatkan Minol ini seakan-akan terus menerus mencoreng nama baik Indonesia dimata dunia. Mulai komentarnya Dubes jepang hingga tercorengnya aparat penegak hukum,” kata Awiek di Jakarta, Jumat (26/2/2021).


Berani Mengubah Arah Bisnis

Politisi PPP ini berpendapat jika persoalan ini terus dibiarkan, maka bukan tidak mungkin akan menimbulkan distrust di masayarakat terhadap pemerintah.

“Hal ini karena dampak mudhorot dari minuman keras ini pelan namun pasti akan merusak sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu sejak periode dulu Fraksi PPP mengusulkan untuk segera disahkan RUU Larangan Minuman Alkohol,” kata dia.

Awiek menegaskan bahwa PPP memandang perlunya regulasi ini untuk menghindari kegaduhan dan banyaknya korban nyawa yang diakibatkan oleh Miras.

Demikian halnya rencana Pemerintah untuk membuka investasi idustri Miras perlu dipertimbangkan untuk tidak diberlakukan. Mengingat madhorotnya jauh lebih besar dari sekedar kepentingan profit.

“Masa depan anak cucu kita bersama akan terancam kalau sampai ini dilegalkan. Tidak hanya itu dampaknya akan semakn parah. Jika saat ini hanya terjadi penembakan oleh oknum polisi kepada TNI AD ataupun tercorengnya nama baik Indonesia akibat meninggalnya warga jepang setelah minuman miras. Bukan tidak mungkin kedepan akan banyak terjadi hilangnya nyawa anak muda kita,” tuturnya.

Awiek membeberkan berdasarkan data WHO tahun 2016, sudah ada 3 juta lebih didunia meninggal akibat Minuman beralkohol. Peristiwa ini bukan hanya isapan jempol semata tapi nyata dampaknya di depan mata kita semua.

“Kami sama sekali tidak anti investasi. Namun investasi yng kami dukung adalah investasi yang tidak merusak,” kata dia.

“Kami juga mengakui adanya kearifan lokal di sejumlah daerah yang membutuhkan miras. Namun sebaiknya pengaturannya terlbih dahulu dalam bentuk UU yg mana di dalamnya juga memberikan pengecualian penggunaan miras untuk kepentingan medis, adat maupun ritual,” pungkasnya.

Harapan Besar Pembuat Tahu Kecil

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar