logo


Atas Perintah Joe Biden, Militer AS Lancarkan Serangan Udara di Timur Suriah

Juru bicara Pentagon mengatakan bahwa serangan militer AS tersebut ditujukan untuk menghancurkan sejumlah fasilitas milik kelompok militan Suriah yang mendapat dukungan dari Iran

26 Februari 2021 13:58 WIB

Pentagon
Pentagon reuters

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Kamis (25/2) mengeluarkan perintah kepada Angkatan Udara AS untuk melakukan serangan udara terhadap sejumlah fasilitas di wilayah timur Suriah. Pentagon menyebut fasilitas-fasilitas tersebut adalah milik kelompok militan yang mendapat dukungan dari pemerintah Iran.

Dilansir dari Reuters, serangan yang dilakukan oleh AS tersebut berskala kecil dan tidak berpotensi meningkatkan ketegangan antara Washington-Teheran. Serangan udara itu juga merupakan bagian dari aksi balasan atas serangan roket yang menghantam kawasan the Green Zone Baghdad beberapa hari lalu.

Keputusan Joe Biden untuk menyerang Suriah saja dan tidak membidik sasaran di dalam wilayah Irak, setidaknya memberi pemerintah Irak kesempatan untuk sedikit bernafas lega mengingat mereka saat ini tengah menggelar investigasi terhadap serangan roket yang terjadi pada 15 Februari lalu yang melukai sejumlah warga negara AS.


Lewat Telepon, Joe Biden dan Raja Salman Bahas Penyelesaian Konflik Yaman

"Dibawah perintah Presiden Joe Biden, pasukan militer AS pada malam ini melancarkan serangan udara terhadap infrasruktur milik kelompok-kelompok militan yang didukung oleh iran di Suriah Timur," kata juru bicara Pentagon John Kirby dalam sebuah pernyataan tertulis.

"Presiden Biden akan bertindak untuk melindungi personil Amerika dan pasukan koalisi. Di waktu bersamaan, kami juga telah berupaya menurunkan keseluruhan situasi di wilayah timur Suriah dan Irak," tambahnya.

Menurut keterangan seorang pejabat AS yang tidak disebut namanya, keputusan untuk melancarkan serangan tersebut bertujuan untuk mengirimkan sinyal bahwa AS ingin menghukum kelompok militan namun tidak ingin membuat situasi berubah menjadi konflik yang lebih besar.

Sejauh ini, masih belum jelas seberapa besar dampak kerusakan maupun adanya korban jiwa yang diakibatkan oleh serangan tersebut.

 

Konflik Perbatasan Mereda, Xiaomi Genjot Kapasitas Produksi di India

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia