logo


Konflik Perbatasan Mereda, Xiaomi Genjot Kapasitas Produksi di India

Xiaomi telah menandatangani kesepakatan dengan dua perusahaan manufaktur India untuk meningkatkan kapasitas produksi smartphonenya

26 Februari 2021 13:37 WIB

Logo Xiaomi
Logo Xiaomi Internet

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Produsen smartphone asal China, Xiaomi pada Kamis (25/2) mengatakan bahwa mereka akan meningkatkan kapasitas produksi perangkat mobile-nya di India usai menandatangani perjanjian kerjasama dengan dua perusahaan manufaktur smartphone, BYD dan DBG, dimana mereka akan membangun sejumlah fasilitas pabrik smartphone baru di India.

BYD diketahui adalah perusahaan asal China yang telah memiliki sejumlah fasilitas pabrik di India, sementara DRG adalah perusahaan teknologi asli India.

"Dengan dua rekan manufaktur smartphone baru ini, kami kini hadir di seluruh wilayah utara dan selatan negara ini (India)...Dengan pabrik DBG yang sudah ada, kami berharap kapasitas produksi kami meningkat hingga 20 persen pada kuartal ini," kata Direktur Manajer Xiaomi India Manu Kumar dikutip Sputniknews.


Tim Dokter Nggak Yakin Tiger Woods Bisa Main Golf Seperti Dulu Usai Alami Kecelakaan

"Pabrik BYD akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun ini dan kami juga berharap kapasitas produksi jauh lebih meningkat," tambahnya.

Kesepakatan tersebut terjadi beberapa hari usai pemerintah India dan China memulai upaya penurunan tensi konflik perbatasan (LAC) yang selama hampir 10 bulan belakangan ini berkecamuk. Kedua pihak juga sepakat untuk menarik pasukan militer yang sudah mereka terjunkan ke wilayah tersebut sejak pertengahan tahun 2020 lalu.

Dalam kurun waktu 2016 hingga 2019, ponsel Xiaomi telah menjadi raja di pasar smartphone India. Terlebih berkat spesifikasi, kualitas yang mumpuni ditambah harga jual yang sangat masuk akal.

Xiaomi sendiri sebenarnya sudah memiliki tiga fasilitas pabrik perakitan di India, hasil kerja sama dengan Foxconn dan Flex.

Pemerintah India juga telah berupaya menggenjot produksi alat elektronik dengan target pemasaran domestik mencapai $ 400 miliar dan pasar ekspor senilai $ 150 miliar di tahun 2025 mendatang.

India juga telah berhasil menarik perhatian banyak vendor smartphone lain untuk berinvestasi di sana. Sebut saja xiaomi, OnePlus, Qualcomm, Apple, dan Samsung.

Lewat Telepon, Joe Biden dan Raja Salman Bahas Penyelesaian Konflik Yaman

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia