logo


Pemerintah Buka Keran Investasi Miras, Tengku Zul Minta Maruf Amin dan MUI Bersuara

Zul khawatir jika kelak judi dan pelacuran dibuka bebas demi menambah pendapatan negara.

26 Februari 2021 13:27 WIB

Wakil Wasekjen MUI, Ustadz Tengku Zulkarnain
Wakil Wasekjen MUI, Ustadz Tengku Zulkarnain Dakwatuna.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Mantan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain menyoroti keputusan pemerintah yang menetapkan industri minuman keras sebagai daftar positif investasi (DPI) pada 2021. Padahal, industri tersebut tergolong bidang usaha tertutup.

Penceramah yang karib disapa Tengku Zul itu menilai, Indonesia sebagai negara berideologi Pancasila, seharusnya tidak menjadikan industri miras sebagai ladang pendapatan negara.

“Sebagai negara berpancasila tidak pantas cari duit untuk negara pakai cara produksi miras dan jual miras. Negara ini Gemah Ripah Lohjinawi apa sumber duit sudah bangkrut sampai mesti produksi dan jual miras buat cari duit?,” cuitnya lewat akun Twitter @ustadtengkuzul, Jumat (26/2).


Dituding Provokator Kasus 4 Nakes Menista Agama, Tengku Zulkarnain ke Denny Siregar: Kurangi Makan Micin Biar Otak Sehat

Tengku Zul lantas menyentil Wakil Presiden Maruf Amin selaku ulama dan para petinggi MUI terkait hal itu. Dia juga khawatir jika kelak judi dan pelacuran dibuka bebas demi menambah pendapatan negara.

“Pak KH Maruf Amin tidak malu kah? MUI mana suaranya?,” tegas Zul.

“Sebagai Wapres dan Kiyai, Bapak bersuaralah. Karena pak Yai satu paket dan satu tanggung jawab di akhirat kelak. Khawatir nanti akan dibuka pelacuran dan perjudian,” jelasnya.

Kecewa dengan Izin Investasi Miras, MUI: Pemerintah Terapkan Sistem Ekonomi Liberalisme Kapitalisme

Halaman: 
Penulis : Iskandar