logo


AS Minta Malaysia Berhenti Deportasi Warga Myanmar

Juru bicara Kemenlu AS meminta pemerintah Malaysia untuk menunda proses pemulangan lebih dari seribu warga pendatang asal Myanmar

25 Februari 2021 19:03 WIB

Warga Myanmar yang dideportasi dari Malaysia
Warga Myanmar yang dideportasi dari Malaysia istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat pada Rabu (24/2) menyampaikan rasa prihatin mereka atas tindakan pemerintah Malaysia men-deportasi lebih dari 1.000 warga Myanmar.

Dalam sebuah konferensi pers, juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Ned Price meminta pemerintah Malaysia untuk menghentikan aksi deportasi tersebut.

"Kami terus mendesak semua negara di kawasan yang sedang mempertimbangkan untuk mengembalikan warga negara Myanmar ke negara asal untuk sementara waktu menghentikan tindakan repatriasi tersebut hingga UNHCR dapat menilai apakah para pendatang tersebut memiliki perlindungan sebelum dikirim pulang ke Myanmar," kata Price dikutip Anadolu Agency.


Diminta Mundur, PM Armenia Sebut Pihak Militer Bakal Kudeta Pemerintahannya

Ia mengatakan bahwa AS akan terus menyediakan bantuan kemanusiaan terhadap para penduduk Myanmar yang rentan, mengingat militer Myanmar selama ini dikenal sering melakukan tindakan pelanggaran HAM terhadap kelompok masyarakat minoritas.

Sekitar 1.086 warga negara Myanmar yang ada di Malaysia dipulangkan dengan tiga unit kapal perang yang dikirim oleh pihak militer Myanmar pada Selasa malam meski Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur meminta pemerintah untuk menunda proses tersebut sesuai dengan permintaan sejumlah kelompok pembela HAM yang khawatir terhadap keselamatan para warga Myanmar jika mereka dipulangkan saat ini.

Dilansir dari Al Jazeera, Khairul Dzaimee Daud, Kepala Dirjen Imigrasi Malaysia mengatakan bahwa semua warga pendatang asal Myanmar tersebut telah setuju untuk dipulangkan secara suka rela tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

 

Ekonomi Hancur, Banyak Warga Afghanistan Terpaksa Memutuskan untuk Hidup dengan Satu Ginjal

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia