logo


Ekonomi Hancur, Banyak Warga Afghanistan Terpaksa Memutuskan untuk Hidup dengan Satu Ginjal

Tak sedikit warga Afghanistan yang harus melakukan tindak kriminal atau menjual ginjal hanya untuk membayar utang

25 Februari 2021 17:15 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

KABUL, JITUNEWS.COM - Hancurnya perekonomian Afghanistan setelah selama 20 tahun terjebak konflik membuat banyak warga masyarakat di sana hidup dibawah garis kemiskinan. Bahkan, banyak yang terpaksa melakukan tindak kriminal atas perintah kelompok tertentu atau dengan menjual ginjal untuk sekedar membayar utang yang menjerat mereka.

Fateh Shah, seorang warga yang tinggal di provinsi Herat, Afghanistan, menceritakan bahwa saat dirinya dan kedua saudaranya berupaya melunasi hutang yang telah menjerat mereka sejak beberapa tahun lalu, mereka hanya memiliki dua pilihan: yakni melakukan tindak kejahatan atau menjual organ ginjalnya.

Mereka sebenarnya telah berupaya untuk tidak melakukan dua hal tersebut dengan melarikan diri ke Iran dengan bantuan pihak penyelundup. Mereka berharap bisa menemukan pekerjaan dimana uang yang mereka peroleh dapat mereka kirimkan untuk keluarga di Afghanistan dan membayarkan hutang dengan cara dicicil.


Beijing Tak Terima Disebut Lakukan Pelanggaran HAM oleh Inggris

"Tapi kami malah terjebak dalam hutang yang lebih dalam usai kami dideportasi tak lama setelah tiba di Iran. Pihak penyelundup kemudian meminta uang untuk perjalanan (ke Iran). Itu jelas merupakan mimpi buruk," kata Fateh Shah kepada Arabnews.

Tiga bersaudara tersebut akhirnya terpaksa melakukan operasi bedah untuk mengangkat organ ginjalnya, dimana setiap ginjal yang mereka jual dihargai sebesar $ 4 ribu atau setara dengan Rp60 juta.

"Kami tidak punya pilihan lain, kami harus melakukan tindak kriminal untuk membayar hutang kami yang membengkak atau menjual ginjal kami, dan kami memutuskan untuk hidup dengan satu ginjal daripada harus melakukan pencurian," tambahnya.

Shah dan kedua saudaranya ternyata bukanlah satu-satunya warga yang terpaksa menjual organ untuk menutup hutang. Menurut sejumlah laporan media, lebih dari seribu organ ginjal telah diperjual-belikan dalam waktu lima tahun terakhir di wilayah Herat, salah satu provinsi terbesar Afghanistan yang berdekatan dengan wilayah perbatasan Iran.

"Ratusan orang yang telah menjual organ ginjalnya saat ini tinggal di desa Se Shanba Bazar di distrik Injil, Herat," kata siaran televisi Tolo News dalam sebuah laporan.

Diminta Mundur, PM Armenia Sebut Pihak Militer Bakal Kudeta Pemerintahannya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia