logo


Menyeberang ke Eropa, 41 Pengungsi Asal Libya Tewas Tenggelam di Laut Mediterania

Sebuah kapal yang ditumpangi oleh 120 pengungsi asal Libya karam di wilayah perairan Mediterania Tengah, 41 orang tewas.

25 Februari 2021 15:45 WIB

ilustrasi tenggelam
ilustrasi tenggelam Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sedikitnya 41 orang tenggelam ketika perahu yang mereka tumpangi terbalik di perairan Mediterania Tengah pada hari Sabtu akhir pekan lalu. kapal karam tersebut merupakan kapal yang ditumpangi oleh migran dan pengungsi yang melarikan diri dari Libya dan mencari kehidupan yang lebih baik di Eropa.

Badan migrasi dan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa, IOM dan UNHCR, mengatakan dalam pernyataan bersama pada Rabu (24/2) bahwa 41 orang yang tenggelam tersebut merupakan rombongan 120 migran yang meninggalkan Libya pada 18 Februari lalu.

Menurut sejumlah kesaksian yang dikumpulkan oleh UNHCR, kapal mulai terendam air setelah sekitar 15 jam meninggalkan Libya dan delapan orang meninggal sebelum kapal dagang datang untuk membantu.


Thailand Ijinkan Wisatawan Asing Masuk Tanpa Karantina, Syaratnya...

"Setelah sekitar 15 jam, kapal mulai terendam air, dan orang-orang di kapal berusaha dengan segala cara untuk meminta bantuan," kata pernyataan bersama oleh IOM dan UNHCR dilansir dari Al Jazeera.

“Pada saat itu, enam orang tewas setelah jatuh ke air, sementara dua lainnya mencoba berenang ke perahu yang terlihat di kejauhan namun keduanya tenggelam. Setelah sekitar tiga jam, kapal Vos Triton mendekati kapal tersebut untuk melakukan penyelamatan, tetapi dalam operasi yang sulit dan rumit sehingga banyak orang kehilangan nyawa," tambahnya.

Kapal Vos Triton tersebut menyelamatkan para korban dan membawa mereka ke kota pelabuhan Sisilia di Porto Empedocle, Italia. Korban hilang diantaranya tiga anak-anak dan empat orang perempuan.

Sejak 2014, tercatat ada lebih dari 20.000 migran dan pengungsi yang tewas di laut saat mencoba melakukan perjalanan ke Eropa dari Afrika. Lebih dari 17.000 di antaranya tewas di wilayah Mediterania Tengah yang disebut oleh PBB sebagai rute migrasi paling berbahaya di dunia.

Korea Selatan Segera Serahkan $ 1 Miliar Aset Iran yang Mereka Bekukan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia