logo


Thailand Ijinkan Wisatawan Asing Masuk Tanpa Karantina, Syaratnya...

Pemerintah Thailand akan mengijinkan wisatawan asing untuk masuk ke wilayahnya tanpa harus menjalani karantina jika mereka bisa membuktikan sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19.

25 Februari 2021 14:45 WIB

Bangkok, Thailand
Bangkok, Thailand istimewa

BANGKOK, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengatakan bahwa pihaknya berencana mengijinkan wisatawan asing yang bisa menunjukkan bahwa mereka telah disuntik vaksin Covid-19 untuk dapat memasuki wilayah Thailand tanpa harus menghabiskan waktu 14 hari dalam program karantina, atau semacam paspor bebas Covid-19.

Hal tersebut ia sampaikan dalam sebuah pertemuan dengan kabinetnya pada Selasa (23/2). Prayuth juga mengatakan bahwa pemerintah Thailand akan menyusun rencana agar para wisatawan asing tersebut dapat selalu terpantau.

Sejauh ini, wisatawan asing masih diijinkan berkunjung ke Thailand tapi mereka harus tebukti bebas Covid-19 melalui tiga tahapan pemeriksaan dan harus menjalani masa karantina selama dua pekan setibanya di negara tersebut.


Venezuela Usir Keluar Kepala Delegasi Uni Eropa, Kenapa?

Thailand sendiri sudah melaporkan lebih dari 25 ribu kasus infeksi dengan 83 kematian.

Pandemi Covid-19 tentu saja berdampak buruk terhadap sektor industri pariwisata Thailand. Menurut Bloomberg, jumlah wisatawan asing yang datang berkunjung ke negara tersebut di tahun 2019 mencapai 40 juta dan membawa pundi-pundi devisa sebesar $60 juta. Namun, usai WHo mendeklarasikan status pandemi pada awal tahun 2020, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Thailand turun drastis, dimana hanya ada sekitar 6,5 wisatawan pada 2020 lalu.

Pemerintah Thailand saat ini juga sudah memesan 61 juta dosis vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca dan berencana mendistribusikan vaksin tersebut kepada 35 juta warganya, atau separuh dari total populasi Thailand, pada akhir tahun ini.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Thailand juga telah menyetujui vaksin Sinovach untuk digunakan dalam situasi darurat.

Serangan terhadap Warga Sipil Afghanistan Semakin Meningkat Meski Negosiasi Damai Sudah Digelar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia