logo


dr Tirta Bilang Kerumunan Jokowi Tak Diundang, Tengku Zulkarnain: Terus Hadiah yang Dibagi Itu untuk Jin dan Dedemit?

Zul menyayangkan sosok seperti dr Tirta dan pembela Jokowi lainnya tidak bisa berpikir secara sederhana dalam menanggapi kerumunan tersebut.

25 Februari 2021 12:05 WIB

istimewa
istimewa twitter @tengkuzulkarnain

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Ustad Tengku Zulkarnain ikut berkomentar soal kerumunan yang ditimbulkan saat Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Maumere, NTT. Dia heran dengan anggapan bahwa kerumunan itu tak diundang dan tidak direncanakan.

“dr Tirta bilang kerumunan itu tidak diundang? Ada yang bilang tidak direncanakan?,” cuitnya melalui akun Twitter @ustadtengkuzul, dikutip Kamis (25/2).

Mantan Wasekjen MUI itu lantas mempertanyakan sesi pembagian hadiah yang dilemparkan Jokowi ke titik kerumunan warga.


Komentari Kerumunan di NTT, Teddy Gusnaidi: Masyarakat Cinta terhadap Pak Jokowi

“Terus hadiah-hadiah yang dibagi bagi itu dimaksudkan untuk kerumunan Jin dan Dedemit, bukan kerumunan orang?,” ketus Zul.

Dia menyayangkan sosok seperti dr Tirta dan pembela Jokowi lainnya tidak bisa berpikir secara sederhana dalam menanggapi kerumunan tersebut.

“Kenapa sekarang banyak orang jadi aneh, ya. Berpikir sederhana saja kesulitan. Aneh,” tuntasnya.

Seperti diketahui, kerumunan terjadi ketika Presiden Jokowi tiba di Maumere, Sikka, NTT, dalam rangka kunjungan kerja. Relawan Covid-19, dr Tirta Mandira Hudhi memberi pembelaan kepada Presiden Jokowi terkait kerumunan itu.

Dalam unggahan Instagram, dr Tirta mengungkit pertanyaan Atta Halilintar kepadanya saat itu soal banyaknya orang yang mengajak berfoto ketika bepergian. Atta, kata dr Tirta, kala itu menanyakan kerumunan warga itu salahnya atau bukan.

"Apa yang ditanyakan Atta Halilintar ini persis dialami Pak Jokowi di NTT," kata dr Tirta.

Dia menegaskan kerumunan di NTT itu bukan salah Presiden Jokowi karena sama sekali tidak mengundang masyarakat berkerumun.

"Pak Jokowi tidak sama sekali mengajak berkumpul, apalagi bikin promo, bikin undangan, bikin tiket, apalah. Semua pure antusias yang ramai-ramai datang menyambut presiden, ini tugas protokoler mengatur keramaian. Dan emang kalah jumlah," ujar dr Tirta.

"Pada salah satu video, sedan Pak Jokowi sampai dikejar warga yang ingin menyapa. Tampak protokoler sampai kewalahan," tambahnya.

Soal Kerumunan, Waketum MUI: Kalau Presiden Jokowi Ditahan, Negara Bisa Berantakan

Halaman: 
Penulis : Iskandar