logo


Komentari Kerumunan di NTT, Teddy Gusnaidi: Masyarakat Cinta terhadap Pak Jokowi

Teddy tak sepakat jika kasus Jokowi disamakan dengan kasus Rizieq Shihab.

25 Februari 2021 11:13 WIB

Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi
Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi Twitter

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi merasa harus kembali angkat bicara perihal pelanggaran aturan protokol kesehatan. Hal itu menyusul tudingan pelanggaran yang dilakukan Presiden Joko Widodo imbas kerumunan di Maumere, NTT.

Teddy tak sepakat jika kasus Jokowi disamakan dengan kasus Rizieq Shihab. Menurutnya, kerumunan saat kunjungan Jokowi terjadi karena antusias warga yang begitu besar untuk menemui pemimpinnya.

“Kebodohan terjadi saat ini, ketika kasus Rizieq itu kemudian disama-samakan dengan kejadian Pak @jokowi "dihadang" rakyat di dalam perjalanannya, karena rakyat ingin bertemu dengan beliau,” cuitnya lewat akun Twitter @TeddyGusnaidi, dikutip Kamis (25/2).


Jokowi Dinilai Tak Tepat Jadi Teladan Nasional, Pakar: Harusnya Batasi Mobilitas

“Gue yakin mereka tau itu dua hal yang berbeda, tapi ingin menyebarkan kebodohan,” ketusnya.

Dia menambahkan, Jokowi selalu menaati protokol kesehatan saat melakukan kunjungan kerja. Jokowi, lanjut dia, tak pernah mengundang banyak orang untuk hadir. Baginya, kerumunan yang timbul merupakan wujud cinta masyarakat terhadap Jokowi.

“Pak @jokowi dalam ACARA di NTT, patuh pada protokol kesehatan. Pak Jokowi tidak membuat kegiatan di tengah jalan. Kejadian di tengah jalan itu karena masyarakat cinta terhadap pak Jokowi dan ingin mendatanginya,” jelas Teddy.

“Jelas bedanya secara hukum, lalu bagaimana bisa disamakan?” tandasnya.

Imbas Kerumunan di NTT, Presiden Jokowi Bakal Dilaporkan ke Polisi

Halaman: 
Penulis : Iskandar