logo


Jokowi Dinilai Tak Tepat Jadi Teladan Nasional, Pakar: Harusnya Batasi Mobilitas

Pakar sebut apapun jenis kerumunannya tetap saja akan berpotensi menularkan virus corona

25 Februari 2021 08:49 WIB

Joko Widodo
Joko Widodo Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kerumunan yang terjadi saat Presiden Joko Widodo mengunjungi Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi sorotan banyak pihak. Banyak pihak yang menyayangkan tindakan Jokowi karena menimbulkan kerumunan yang justru berpotensi terjadi penularan virus corona. Namun ada juga yang membela, bahwa kerumunan Jokowi terjadi secara tidak sengaja.

Sementara menurut, pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Hermawan Saputra menilai bahwa kerumunan tersebut menjadi bukti bahwa Jokowi kurang tepat menjadi teladan nasional.

"Ini contoh kurang pas. Karena situasi pandemi Covid-19 harusnya membatasi mobilitas. Tapi begitu ada mobilitas presiden dan akhirnya ada kerumunan, ini preseden yang kurang tepat untuk teladan nasional," kata Hermawan seperti dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (24/2/2021).


Bantah Fadli Zon, JoMan Sebut Kerumunan Sambut Jokowi dan Habib Rizieq Berbeda

Hermawan mengatakan bahwa apapun jenis kerumunannya tetap saja akan berpotensi menularkan virus corona.

"Kerumunan di kala pandemi Covid kali ini kita gak bisa membedakan kerumunan ya. Apapun penyebab, apapun sumber yang mengakibatkan kerumunan itu, tetap saja namanya kerumunan," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa kunjungan Jokowi di kala pandemi tidak terjadi secara kebetulan, namun sudah direncanakan secara matang. Oleh karena itu, seharusnya sudah dipersiapkan langkah antisipasi sehingga tidak menimbulkan kerumunan.

"Ini bukan persoalan menyalahkan presiden, tapi protokolnya termasuk Pemda seharusnya bisa mengantisipasi. Bahwa masyarakat pasti akan ramai kalau ada presiden," pungkasnya.

 

Presiden Jokowi Targetkan Penanganan Tanggul Citarum yang Jebol Rampung Dua Hari

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati