logo


Jika Tak Berani Hadapi KLB, Pendiri Partai Demokrat Sarankan AHY untuk Mundur

salah satu pendiri Partai Demokrat HM Darmizal menyarankan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum, jika tak berani menghadapi tuntutan Kongres Luar Biasa (KLB)

24 Februari 2021 20:35 WIB

Tokoh senior dan salah satu pendiri Partai Demokrat HM Darmizal
Tokoh senior dan salah satu pendiri Partai Demokrat HM Darmizal dok jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gonjang ganjing perseteruan antara kelompok dinasti dan garis lurus di Partai Demokrat semakin seru dan meruncing. Kelompok patahana DPP PD pimpinan AHY berkeyakinan KLB sebagai langkah ilegal, seakan kepanikan semakin memuncak dengan munculnya permintaan agar dilakukan pemecatan atas Marzuki Alie, Max Sopacua, Darmizal dan kader lainnya pun telah digulirkan.

Ditengah tekanan dan ancaman DPP PD, kelompok Garis Lurus Partai Demokrat yang sedang berjuang melakukan penyelamatan, mendapat dukungan yang mengalir deras dari Cabang pemilik hak suara diseluruh tanah air. Keyakinan sukses KLB semakin bergelora menjadi ajang konsolidasi pesta Demokrasi 5 tahunan Partai.

Tokoh senior dan salah satu pendiri Partai Demokrat HM Darmizal menyarankan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum, jika tak berani menghadapi tuntutan Kongres Luar Biasa (KLB) yang disuarakan kader. Pasalnya, ditengah kegagalannya sebagai Ketua Umum, mundur saat ini terasa jauh lebih baik dan elegan.

“Sambil introspeksi dan berkontemplasi atas berbagai kegagalannya, sekarang saat yang paling tepat bagi dia (AHY) untuk mundur secara gentle. Kemudian serahkan langkah perbaikan partai pada tokoh pendiri dan para senior perjuangan garis lurus. Mundur adalah pilihan lebih baik dan elegan,” katanya dalam keterangan pers, Rabu (24/2) pagi.

Apalagi bagi Darmizal, AHY juga sudah sesumbar mampu melawan aspirasi dan gerakan grassroot di mayoritas wilayah ini. Keyakinan dan ungkapannya itu akhirnya harus dibuktikan dalam pelaksanaan KLB yang demokratis dan bebas dari intervensi siapapun.

"Bagaimana mau melawan kalau yang mengusulkan justru dari kader-kader internal yang sudah gerah dengan kepemimpinan AHY. Sebenarnya AHY tidak perlu membuat kambing hitam, sebaiknya menyadari kesalahan dan kekurangannya. Ayo berkompetisi di KLB,” jelas dia.

Darmizal pun memastikan bahwa pelaksanaan KLB dan pergantian Ketua Umum dijamin oleh konstitusi Partai Demokrat. Sepanjang melalui mekanisme organisasi yang sah, KLB dan pergantian adalah hal yang wajar dan tidak melanggar AD/ART.

"Suara-suara dari pengurus daerah dan cabang semakin mengalir deras kuat untuk melaksanakan KLB. Dan terbukti ada pengurus cabang yang dicopot karena mendukung KLB. Kalau DPP merasa solid Ketua Umum (AHY) mempunyai dukungan yang kuat, maka tentu tidak perlu ada pencopotan," ujarnya.

Sebut Mahfud dan Yasonna Dicatut dalam Isu Kudeta, SBY: Tidak Masuk Akal Jika Ingin Ganggu Partai Demokrat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia