logo


Dianggap Pengaruhi Anak-anak Lakukan Kejahatan, Politisi AS Minta Game GTA Dibanned

Seorang tokoh politik AS mengajukan permohonan kepada pemerintah negara bagian untuk melarang penjualan video game yang mengandung unsur kekerasan seperti Grand Theft Auto

24 Februari 2021 17:00 WIB

Game Grand Theft Auto
Game Grand Theft Auto istimewa

CHICAGO, JITUNEWS.COM - Marcun Evans Jr., seorang tokoh politik Partai Demokrat AS di Chicago meminta adanya aturan yang melarang penjualan video game yang mengandung unsur kekerasan, termasuk game open world 'Grand Theft Auto' atau GTA yang sudah dirilis lebih dari 20 tahun yang lalu.

Dalam sebuah permohonan amandemen yang ia ajukan kepada pemerintah negara bagian pada Senin (22/2), Marcus mengatakan bahwa game-game semacam itu dapat mempengaruhi anak-anak untuk melakukan tindak kekerasan dan kriminal. Ia bahkan menyebut bahwa game GTA telah memicu aksi pencurian mobil marak terjadi di wilayah Chicago.

"Grand Theft Auto dan video game sarat kekerasan lainnya telah mempengaruhi pikiran anak-anak sehingga (mereka) menganggap pencurian mobil adalah hal yang normal," kata Marcus Evans Jr, dikutip RT.com.


Bandingkan Umat Muslim dengan Kecoak, Amnesty Internasional Tak Lagi Anggap Alexey Navalny sebagai Prisoner of Conscience

Senada dengan pernyataan Evans tersebut, Early Walker, tokoh filantropi, juga menilai bahwa game-game seperti GTA dapat merusak pemikiran anak-anak dan berkontribusi terhadap meningkatnya kasus kriminalitas. Hal itu berdasar pada penelitian pribadinya.

"Saya dan Evans telah melakukan penelitan dan menyimpulkan bahwa para anak muda pelaku pencurian mobil sangat terpengaruh dengan video game Grand Theft Auto," kata Walker.

"Saya sangat meyakini bahwa ada pihak bipartisan yang mendukung larangan terhadap game ini untuk dijual di negara bagian Illinois," tambahnya.

Tawur Antar Napi di Sejumlah Penjara Ekuador, 75 Tahanan Tewas

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia