logo


Bandingkan Umat Muslim dengan Kecoak, Amnesty Internasional Tak Lagi Anggap Alexey Navalny sebagai Prisoner of Conscience

Yayasan HAM Internasional. Amnesty Internasional tak lagi menganggap tokoh oposisi Rusia Alexey Navalny sebagai prisoner of Conscience

24 Februari 2021 16:15 WIB

Alexey Navalny
Alexey Navalny istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Yayasan Hak Asasi Manusia Internasional, Amnesty International, memutuskan untuk tidak lagi menganggap tokoh oposisi Rusia Alexey Navalny sebagai "prisoner of conscience" atau tahanan hati nurani karena sejumlah ujaran kebencian yang ia lontarkan di masa lalu.

Meski demikian, Yayasan tersebut masih meyakini bahwa ia ditangkap dan dimasukkan ke penjara karena tindakan anti-pemerintah dan mendesak agar pemerintah Rusia segera membebaskannya.

"Ya, kami tidak lagi menggunakan istilah "prisoner of conscience" untuk merujuk kepadanya (Navalny), karena departemen kami telah mengkaji pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oleh Navalny sejak pertengahan tahun 2000-an dan menyimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan tersebut adalah ujaran kebencian," kata Alexander Artemyev, Manajer Amnesty International wilayah RUsia dan Eurasia, dikutip RT.com.


Negara Barat Gunakan Navalny untuk Kacaukan Situasi Rusia

Meski demikian, ia mengatakan bahwa organisasinya masih akan terus meminta agar ia dibebaskan karena penangkapan Navalny sarat dengan kepentingan politik.

Amnesty International menemukan bahwa di awal karier politiknya pada tahun 2000-an, Navalny bergabung dengan kelompok ekstrim kanan Rusia yang seringkali melakukan pergerakan berbau rasis terhadap para imigran dan orang-orang yang tinggal di selatan Rusia.

Pada saat itu, ia juga diketahui memposting sejumlah video yang membandingkan umat muslim kaukasus dan para pendatang dengan hewan kecoak dan bahkan menyerukan adanya tindak kekerasan terhadap kelompok tersebut.

Intensitas ujaran kebencian Navalny mulai reda usai dirinya ikut dalam pilkada Moskow.

Pada tahun 2017, dalam sebuah wawancara dengan media Inggris The Guardian, Navalny mengatakan bahwa ia tidak merasa menyesal atas pernyataan yang ia buat di masa lalu terkait perbandingan yang ia buat mengenai umat muslim dan kecoak.

Rusia Usir Diplomat Asal Tiga Negara Ini Usai Kedapatan Ikut Demo soal Pembebasan Navalny

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia