logo


Desakan Pemecatan Jhoni Ali Marbun Menggema, Demokrat: Mereka Tak Rela Satu Atap dengan Pengkhianat

Demokrat menegaskan bahwa partai sudah menyiapkan sanski tegas terhadap kader yang terbukti membelot.

24 Februari 2021 12:00 WIB

Bendera Partai Demokrat.
Bendera Partai Demokrat. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Bakomstra Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan bahwa pihaknya menerima masukan agar kader yang terlibat kudeta bisa diberikan sanksi pemecatan, termasuk Jhoni Allen Marbun.

"Masih dalam proses di internal kami. Memang kader-kader militan dari seluruh Indonesia, para pemilik suara yang sah, sudah mendesak terus juga agar para pelaku GPK PD yang masih tercatat sebagai kader Partai Demokrat, untuk dipecat segera. Mereka tidak rela kalau para pengkhianat di partai ini masih satu atap dengan mereka," kata Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan, Rabu (24/2/2021).

"Mereka minta para pengkhianat untuk dibersihkan dari partai ini. Karena mereka, kader-kader militan dan para pemilik suara sah ini, tidak terima perjuangan keras mereka bersama Ketum AHY yang sudah menuai hasil sangat baik selama 11 bulan terakhir, dinodai oleh kader-kader pengkhianat yang malah tidak punya peran sama sekali dalam mengangkat nama baik Demokrat selama setahun terakhir," sambungnya.


Sindir Max Sopacua Soal KLB, Demokrat: Mau Nyanyi-nyanyi Sambil Kenang Masa Lalu?

Herzaky menegaskan bahwa partai sudah menyiapkan sanski tegas terhadap kader yang terbukti membelot.

"Sanksi tegas sudah pasti akan diberikan, kepada siapapun yang terlibat. Pemecatan memang sanksi terberat yang akan kami berikan. Tunggu saja infonya dalam beberapa hari ke depan. Keputusannya akan keluar," ucapnya.

Sebelumnya, Partai Demokrat menduga bahwa kader aktif Jhoni Allen Marbun terlibat isu keduta pimpinan Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Jhoni sendiri saat ini masih aktif sebagai anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Demokrat.

Kerumunan Jokowi dan Rizieq Shihab Itu Beda, Begini Penjelasan Ferdinand Hutahaean

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati