logo


Kerumunan Jokowi dan Rizieq Shihab Itu Beda, Begini Penjelasan Ferdinand Hutahaean

Kerumunan Jokowi bukan kerumunan yang direncanakan.

24 Februari 2021 10:50 WIB

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean
Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Keberadaan Presiden Joko Widodo di tengah kerumunan massa menuai sorotan publik. Terlebih, warga yang ramai-ramai menyaksikan kedatangan Jokowi secara langsung tampak tak menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kejadian itu berlangsung saat Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (23/2).

Dalam kesempatan itu, kehadiran Jokowi terlihat disambut meriah oleh ribuan warga di Maumere, Kabupaten Sikka.


Sindir Anies, Ferdinand: Enggak Kerja Tapi Klaim Sukses Atasi Banjir

Jokowi juga membagikan bingkisan dari mobil dengan cara melemparkan ke arah kerumunan.

Peristiwa itu tak ayal disesalkan oleh berbagai pihak. Banyak yang menilai pemerintah seharusnya memberi contoh yang baik di masa pandemi dengan mengurangi kegiatan yang mengundang kerumunan.

Namun, eks politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean memiliki pendapat lain soal kerumunan tersebut.

Dia menilai, kejadian itu bukan kerumunan yang direncanakan Jokowi. Sehingga kejadian itu tidak bisa dianggap sebagai pelanggaran protokol kesehatan.

“Kerumunan di NTT itu bukan kerumunan yang direncanakan. Tapi faktanya adalah Jokowi datang menuju lokasi peresmian, dan warga berdiri menyambut. Jokowi kemudian menyapa warganya, karen tak mungkin Jokowi berlalu tak bertegur dengan warga karena prokes,” cuitnya lewat akun Twitter @FerdinandHaean3, dikutip Rabu (24/2).

“Ayolah gunakan nalar sehat mencerna peristiwa,” tegasnya.

Selain itu, jelas Ferdinand, Jokowi tampak beberapa kali menyarankan warga agar mengenakan masker.

“Euforia dan histeria spontan itu tak mungkin dilarang dan tak mungkin warga dikunci di rumah agar tak berkerumun menyambut presiden yang mereka cintai,” terang dia.

Lebih lanjut, kerumunan Jokowi itu tidak bisa disamakan dengan kerumunan Rizieq Shihab. Sebab, Jokowi tak mengundang untuk hadir dalam kerumunan.

Ferdinand menegaskan bahwa kejadian kerumunan itu murni spontanitas dari warga dan tak terencana.

“Kerumunan kunjungan pak @jokowi di NTT sangat berbeda dengan kerumunan acara pernikahan putri Rizieq Sihab. Jokowi tak mengundang, tak menyiapkan tenda untuk kerumunan, dan Jokowi selalu tampak menunjuk maskernya agar warga juga pakai masker. Spontanitas euforia dan histeria yang tak direncanakan,” tandasnya.

Kedatangan Jokowi di Sikka Timbulkan Kerumunan, Bupati: Itu Spontanitas dari Masyarakat

Halaman: 
Penulis : Iskandar