logo


Nakes Pria Mandikan Jenazah Covid Wanita Dijerat Pasal Penistaan Agama, Ini Kata MUI

MUI sebut jenazah laki-laki harus dimandikan oleh laki-laki, begitu juga dengan sebaliknya

24 Februari 2021 09:32 WIB

Anwar Abbas
Anwar Abbas Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Empat tenaga kesehatan (nakes) pria di RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar telah ditetapkan sebagai tersangka usai memandikan jenazah wanita yang terkonfirmasi positif corona. Keempat tersangka tersebut dijerat pasal penistaan agama. Selain itu, mereka juga dijerat dengan UU tentang Praktik Kedokteran.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas berbicara tentang fatwa memandikan jenazah pasien Covid-19.

"Di fatwa MUI nomor 18 tahun 2020 tentang pedoman pengurusan jenazah muslim yang terinfeksi COVID-19, ketentuan hukum poin 1 di situ dinyatakan sesuai dengan ketentuan syariah," ujar Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas seperti dilansir detikcom, Selasa (23/2/2021).


Banyak yang Belum Kebagian Vaksin Covid-19, AS Bakal Terima 240 Juta Dosis Akhir Maret Mendatang

Ia menjelaskan bahwa sesuai ketentuan syariah jenazah laki-laki harus dimandikan oleh laki-laki. Begitu juga jezanah perempuan harus dimandikan oleh perempuan.

"Mayat laki-laki dimandikan oleh laki-laki atau perempuan yang merupakan istri dan anak perempuannya. Untuk mayat perempuan dimandikan oleh perempuan, kecuali oleh laki-laki yang merupakan suami dan anak laki-lakinya," kata Anwar Abbas.

Meski demikian, Anwar Abbas belum bisa mengkategorikan apakah kasus tersebut termasuk penistaan agama atau tidak. Namun, ia menegaskan bahwa nakes tersebut sudah melanggar syariat Islam.

"Kalau istilahnya saya belum bisa mengkategorikannya, tetapi yang jelas petugas tidak memperhatikan ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan oleh syariat Islam," pungkasnya.

Kedatangan Jokowi di Sikka Timbulkan Kerumunan, Bupati: Itu Spontanitas dari Masyarakat

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati