logo


Hibah Rp9 Miliar Museum SBY-Ani Batal, Teddy Gusnaidi Duga Ada Pelanggaran Hukum

Teddy menduga ada kekeliruan maupun pelanggaran hukum atas kesepakatan dana hibah tersebut.

24 Februari 2021 08:00 WIB

Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi
Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi heran dana hibah Rp9 miliar dari Pemprov Jawa Timur untuk pembangunan Museum SBY-Ani dibatalkan.

Dia mempertanyakan adanya kekeliruan maupun pelanggaran hukum atas kesepakatan dana hibah tersebut. Menurutnya, perlu proses hukum untuk menindaklanjuti hal itu jika terbukti ada pelanggaran.

“Kenapa dana hibah 9M untuk Museum SBY-ANI yang sebelumnya sudah disetujui, dibatalkan? Apakah ada yang salah? Apakah persetujuan kemarin itu melanggar hukum?,” cuitnya lewat akun Twitter @TeddyGusnaidi, dikutip Rabu (24/2).


Bikin Museum di Pacitan, SBY Ingin Beri Warisan Terbaik bagi Tanah Kelahirannya

“Jika iya, artinya harus ada yang diproses hukum dong. Jika tidak kenapa harus dibatalkan persetujuan kemarin? @SBYudhoyono,” tanya Teddy ke Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebelumnya, Pemprov Jatim membatalkan pemberian dana hibah Rp9 miliar dalam pembangunan Museum SBY-Ani.

Pembatalan itu tertera dalam surat dari Pemprov Jatim bernomor 910/3050/201.2/2021 tentang penarikan kembali bantuan keuangan khusus Kabupaten Pacitan pada perubahan APBD Provinsi Jawa Timur tahun Anggaran 2020.

Bupati Pacitan Indartato menerangkan, dana hibah pembangunan museum itu ditarik karena mendapat sorotan publik, terlebih di tengah kondisi pandemi Covid-19.

"(Dana hibah) museum itu, ada surat dari [Pemprov] Jawa Timur bahwa disuruh menghentikan. Intinya begitu," kata Indartato kepada wartawan, Senin (22/2).

Dana Hibah Rp9 miliar Batal, Pembangunan Museum SBY-Ani Tetap Lanjut

Halaman: 
Penulis : Iskandar