logo


Banyak yang Belum Kebagian Vaksin Covid-19, AS Bakal Terima 240 Juta Dosis Akhir Maret Mendatang

Sejumlah perusahaan pengembang vaksin Covid-19 menyatakan siap mengirimkan jutaan dosis vaksin buatannya ke Amerika Serikat pada akhir Maret mendatang

23 Februari 2021 17:00 WIB

Patung Liberty
Patung Liberty istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Perusahaan farmasi Pfizer berencana untuk mengirimkan lebih dari 13 juta dosis vaksin Covid-19 setiap pekan kepada Amerika Serikat mulai pertengahan Maret mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu petinggi perusahaan, John Young.

"Pfizer juga bersiap untuk menyediakan 300 juta suntikan vaksin secara keseluruhan untuk Amerika Serikat pada akhir Juli mendatang dan telah meningkatkan ekspektasi produksi global untuk tahun 2021 hingga setidaknya 2 miliar dosis," kata John Young, dikutip Reuters.

Sementara itu, Presiden perusahaan farmasi Moderna, Stephen Hoge, mengatakan bahwa pihaknya berencana mengirimkan 100 juta dosis vaksin Covid-19 buatannya kepada AS pada akhir bulan Maret dan 300 juta dosis pada akhir Juli mendatang.


Sebut China Lakukan Pembantaian terhadap Etnis Muslim Uighur, Kanada: Kesaksian para Saksi dan Penyintas Sungguh Mengerikan

Johnson & Johson juga optimis dapat mengirimkan setidaknya 20 juta dosis vaksin Covid-19 buatannya kepada AS pada akhir Maret usai mendapat ijin dari FDA dan 100 juta dosis lainnya akan dikirimkan pada pertengahan tahun 2021. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Presiden Richard Nettles.

Pernyataan-pernyataan tersebut juga akan disampaikan secara langsung kepada pihak Kongres AS pada Selasa (23/2), seiring dengan jumlah kematian akibat Covid-19 yang sejauh ini dilaporkan oleh AS sudah menembus angka 500 ribu kasus.

Hal tersebut membuat Amerika Serikat akan mendapat pasokan vaksin Covid-19 sekitar 240 juta dosis pada akhir bulan Maret mendatang, jumlah yang cukup untuk diberikan kepada 130 juta juta penduduknya. Sedangkan 700 juta dosis vaksin COvid-19 tambahan akan mereka dapatkan pada pertengahan tahun ini.

Perusahaan farmasi asal Swedia, AstraZeneca, yang juga melakukan uji coba vaksin Covid-19 buatannya di AS, optimis bahwa vaksin buatannya dapat mencegah penyebaran infeksi yang disebabkan oleh varian baru virus Sars-Cov-2. Hal itu disampaikan oleh Ruud Dobber, Presiden AstraZeneca untuk wilayah Amerika Utara.

Untuk diketahui, varian baru Covid-19 yang muncul di Afrika Selatan telah teridentifikasi menyebar di sejumlah negara bagian AS. Varian baru Covid-19 tersebut diyakini lebih mudah menular dan berpotensi lebih membahayakan.

Menlu Retno Minta Transisi Demokrasi Myanmar Harus Sesuai Keinginan Rakyatnya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia