logo


Sebut China Lakukan Pembantaian terhadap Etnis Muslim Uighur, Kanada: Kesaksian para Saksi dan Penyintas Sungguh Mengerikan

Parlemen Kanada menuding China telah melakukan tindak pelanggaran HAM terhadap etnis minoritas muslim Uighur di Xinjiang.

23 Februari 2021 16:00 WIB

indonesiainside.id

OTTAWA, JITUNEWS.COM - Parlemen Kanada menyebut lebih dari satu juta warga etnis minoritas muslim Uighur telah ditahan dan ditempatkan di dalam kamp-kamp konsentrasi yang dibangun oleh pemerintah China di wilayah Xinjiang, dimana mereka ditindas dan bahkan dibantai.

"Lebih dari satu juta warga etnis Uighur dan muslim Turki lain berada atau pernah ditempatkan di kamp-kamp tersebut. Kesaksian yang kami dengar dari para saksi dan penyintas sungguh mengerikan," kata ketua Partai Konservatif Kanada Erin O'Toole kepada para wartawan, dikutip Al Jazeera.

"Ada penderitaan sebenarnya yang saat ini tengah terjadi di China. Ada tindakan genosida yang tengah terjadi di sana," tambahnya.


Kawasan Kedubes AS di Irak Kembali Dihajar Roket

Aktivis pembela Hak Asasi Manusia dan pakar PBB juga telah mengatakan bahwa sedikitnya satu juta orang muslim yang telah ditahan di dalam kamp-kamp konsentrasi di wilayah Xinjiang.

Sementara itu, China berulang kali membantah tudingan tersebut dengan mengatakan bahwa kamp-kamp yang mereka bangun di Xinjiang merupakan fasilitas balai latihan kerja yang diperlukan untuk melawan penyebaran pemahaman ekstrim.

Bantahan juga disampaikan oleh Duta Besar China untuk Kanada Cong Peiwu yang mengatakan bahwa "apa yang disebut genosida di Xinjiang sama sekali tidak ada."

"Segelintir orang di Kanada dan sejumlah negara barat lain terus membicarakan mengenai menjunjung tinggi nilai-nilai (HAM), tapi satu hal penting yang menjadi bagian dari nilai tersebut seharusnya: menghormati fakta dan berhenti menyebarkan informasi yang salah atau berita bohong," kata Cong Peiwu dalam pernyataan tertulis yang diunggah melalui situs resmi kedubes China untuk Kanada pada Sabtu akhir pekan lalu.

Cong juga mendesak Kanada untuk berhenti mencampuri urusan dalam negeri China yang dapat semakin memperburuk hubungan bilateral kedua negara.

Seperti diketahui, hubungan Kanada-China memburuk saat otoritas keamanan Kanada menangkap salah satu petinggi Huawei, Meng Wanzhou, pada Desember 2018 lalu, atas permintaan Amerika Serikat.

Sebagai balasannya, China menangkap dua orang warga Kanada, yakni mantan diplomat Michael Kovrig dan seorang pengusaha Michael Spavor, atas dugaan kasus spionase.

Tak Gentar Hadapi Tekanan Luar Negeri, Khamenei Bilang Iran Bisa Bikin Senjata Pemusnah Massal

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia