logo


Bantah Lakukan Penindasan terhadap Muslim Uighur, China Ijinkan PBB Investigasi Xinjiang

Menteri Luar Negeri China Wang Yi membantah tuduhan negara barat yang selama ini menyebut bahwa muslim Uighur telah ditindas dan diperlakukan secara tidak manusiawi.

23 Februari 2021 12:05 WIB

Kamp di Xinjiang yang diyakini sebagai fasilitas untuk menahan kelompok etnis minoritas Uighur
Kamp di Xinjiang yang diyakini sebagai fasilitas untuk menahan kelompok etnis minoritas Uighur business insider

BEIJING, JITUNEWS.COM - Pemerintah China pada Senin (22/2) secara tegas membantah tudingan-tudingan mengenai praktek penindasan dan genosida terhadap etnis minoritas muslim Uighur yang tinggal di provinsi Xinjiang.

Para aktifis pembela HAM dan sejumlah negara barat menuding jika sedikitnya satu juta muslim Uighur berada di sejumlah kamp konsentrasi yang dibangun di wilayah Xinjiang, dimana mereka diperlakukan secara tidak manusiawi. Oleh karena itu, aktifis HAM tersebut meminta PBB untuk menyelidikinya.

Pemerintah China membantah tudingan tersebut dan mengklaim jika kamp-kamp tersebut dibangun sebagai balai latihan kerja guna menghilangkan ideologi ekstrim.


Konvoi PBB Diserang Kelompok Bersenjata Tak Dikenal, Dubes Italia untuk Kongo Tewas

Kepada Dewan HAM PBB, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan bahwa pihaknya mengeluarkan kebijakan anti terorisme yang sesuai dengan undang-undang dimana hal tersebut berhasil membuat kehidupan di Xinjiang menjadi lebih stabil tanpa satu pun serangan teroris yang terjadi selama empat tahun belakangan ini.

Wang Yi juga mengatakan bahwa ada lebih dari 24 ribu masjid yang dibangun di Xinjiang, dimana semua kelompok etnis yang tinggal di sana mendapatkan hak buruh yang sama.

“Fakta dasar ini menunjukkan bahwa tidak pernah ada yang disebut genosida, kerja paksa, atau penindasan agama di Xinjiang,” kata Wang, dikutip Reuters.

"Tuduhan yang menghasut seperti itu dibuat karena ketidaktahuan dan prasangka, itu hanya tren jahat dan didorong secara politik dan tidak bisa jauh dari kebenaran," tambahnya.

Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa pemerintah China akan memberikan akses bagi pihak PBB untuk melakukan investigasi di Xinjiang.

“Pintu menuju Xinjiang selalu terbuka. Orang-orang dari banyak negara yang sudah mengunjungi Xinjiang telah mempelajari fakta dan kebenaran di lapangan. China juga menyambut Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia (PBB) untuk mengunjungi Xinjiang,” tukasnya.

Uni Eropa Siapkan Sanksi Tambahan untuk Rusia dan Militer Myanmar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia