logo


Data Banjir di Medsos Jadi Polemik, Wagub DKI: Tidak Ada Data yang Disembunyikan, Tidak Mungkin Setiap Tahun Dipaparkan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa tidak mungkin memaparkan data banjir pada setiap tahunnya

23 Februari 2021 10:54 WIB

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Publik menyoroti 'data banjir dalam angka' yang diunggah di akun Instagram dan Twitter Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Banyak netizen yang menilai bahwa ada data yang disembunyikan oleh Pemprov lantaran hanya mencantumkan data banjir pada tahun 2002, 2007, 2013, 2015, 2020, dam 2021.

Berdasarkan data yang diunggah Pemprov DKI tersebut terlihat secara garis besar bahwa penanganan banjir tahun 2020 dan 2021 lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa Pemprov DKI tidak menyembunyikan data apapun. Ia mengatakan bahwa tidak mungkin memaparkan data banjir pada setiap tahunnya.


Anies Sudah Tak Mampu Jadi Gubernur DKI, Ruhut: Lebih Baik Dia Kibarkan Bendera Putih

"Tidak ada data yang disembunyikan, semuanya sesuai data dan fakta, tidak mungkin setiap tahun dipaparkan," kata Riza di Balai Kota DKI, Senin (22/2/20201).

"Kalau teman-teman mau data setiap tahun, ada datanya, titik-titiknya ada semua lengkap silahkan cek di Kominfo dan SDA. Ini data yang ditampilkan data yang banjir besar, yang hujan-hujan ekstrem saja," sambungnya.

Riza juga mengatakan bahwa berdasarkan data yang dipaparkan areal yang tergenang banjir di Jakarta pada tahun 2002 seluas 168 km persegi. Pada tahun 2007 meningkat menjadi 455 km persegi, tahun 2013 luas area tergenang 240 km persegi, 2015 seluas 281 km persegi tergenang air. Kemudian pada tahun 2020 area tergenang menurun menjadi 56 km persegi dan terakhir tahun 2021 area tergenang hanya 4 km persegi.

"Korban meninggal dari 2002 ada 32 korban meninggal, 2007 ada 48 korban meninggal, 2013 ada 40 orang meninggal, 2015 ada lima orang meninggal, 2020 ada 19 orang meninggal, 2021 ada lima orang meninggal," jelasnya.

Anies Klaim Banjir Surut Atas Izin Allah, Ferdinand: Lantas Diam Tak Berbuat Sesuatu?

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati