logo


Tak Masalah Relawan FPI Dipaksa Copot Atribut di Lokasi Banjir, Pengacara Akan Lakukan Hal Ini

Tim Hukum Front Persaudaraan Islam FPI, Sugito Atmo Prawiro akan segera mensosialisasikan logo dan atribut yang baru kepada seluruh relawan Front Persaudaraan Islam

22 Februari 2021 10:18 WIB

FPI
FPI Klik Bontang

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tim Hukum Front Persaudaraan Islam FPI, Sugito Atmo Prawiro mengaku tidak masalah apabila relawan FPI dipaksa mencopot atribut Front Pembela Islam saat memberi bantuan kepada korban banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Ia mengatakan bahwa Front Persaudaraan Islam masih menggunakan atribut yang lama.

"Mereka itu relawan Front Persaudaraan Islam. Sebenarnya kan FPI udah jadi front Persaudaraan Islam. Tapi ada sebagian [relawan] yang menggunakan logo [FPI] yang masih lama. Nah jadi karena itu mereka suruh melepaskan," kata Sugito seperti dilansir CNNIndonesia.com, Senin (22/2/2021).

"Jadi yang dibubarkan itu kalau ada logo Front Pembela Islam yang lama. Tapi untuk aktivitas kemanusiaan tetap diperbolehkan. Tetap dilanjutkan tapi enggak gunakan seragam yang lama," sambungnya.


Takut Berujung Laporan Polisi, Munarman Enggan Komentari UU ITE

Sugito pun mengaku akan segera mensosialisasikan logo dan atribut yang baru kepada seluruh relawan Front Persaudaraan Islam. Hal tersebut dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Karena kita memang perubahan Front Persaudaraan Islam kan baru. Jadi ga sempat mensosialisasikan mengenai masalah seragam dan logonya. Masih gunakan yang lama," pungkasnya.

Diketahui, pemerintah telah membubarkan Front Pembela Islam karena dinilai tidak memenuhi persyaratan sebagai ormas yang diakui. Dengan dibubarkan ormas tersebut, maka Front Pembela Islam sudah tidak diperkenankan melakukan kegiatan.

Sukarelawan Tak Boleh Pakai Atribut FPI, Ini Kata Munarman

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati