logo


Disomasi Akibat Cuitannya Tentang Makam Gus Dur, Politikus Demokrat: Saya Memohon Maaf

Politikus Partai Demokrat, Rachland Nashidik, disomasi Barisan Kader Gus Dur akibat cuitannya soal makam Gus Dur

20 Februari 2021 16:15 WIB

Rachland Nashidik
Rachland Nashidik Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politikus Partai Demokrat, Rachland Nashidik, disomasi Barisan Kader Gus Dur akibat cuitannya soal makam Gus Dur. Rachland menjelaskan bahwa cuitannya tersebut berdasarkan informasi yang dia baca.

Dalam artikel yang dibaca menjelaskan bahwa Pemerintah menyediakan berbagai fasilitas di kawasan makam Gus Dur. Seperti kamar mandi, tempat parkir, kamar mandi, museum, perpustakaan, pagar, dan juga perluasan jalan.

"Poin saya, negara atas dasar penghargaan terhadap Presiden Gus Dur, memikirkan agar makam Gus Dur mendapat fasilitas yang memudahkan warga yang berziarah. Perhatian tersebut diekspresikan dalam rapat kabinet yang menyepakati kawasan makam akan dibuat senyaman mungkin," kata Rachland kepada wartawan, Sabtu (20/2).


Sebut PDIP-Gerindra Lekat dengan Politik Identitas, Arief Poyuono: Bisa Hambat Demokrasi

Menurutnya, netizen yang membaca cuitannya bisa salah paham. Rachland mengatakan bahwa Menko Kesra Agung Laksono memperkirakan bahwa anggaran mencapai Rp180 miliar.

"Saya sudah membaca ulang twit saya dan menyadari bahwa tanpa membaca berita itu netizen bisa salah mengerti, bahwa yang dibangun bukanlah makam itu sendiri, melainkan fasilitas publiknya. Meski tidak juga bisa dibantah bahwa fasilitas yang melengkapi makam itu dibangun Negara sebagai wujud penghormatan pada Presiden Abdurrahman Wahid. Saya memohon maaf," kata Rachland.

Rachland mengatakan bahwa dirinya adalah murid Gus Dur dalam ajaran kebhinekaan dan demokrasi.

"Hubungan personal kami juga dekat, bahkan beliau adalah salah satu dari beberapa senior yang menyumbang bagi biaya pernikahan saya, 1996, disamping Adnan Buyung Nasution, Rahman Tolleng dan Sjahrir," ujarnya.

Ramai Foto Annisa Pohan Disandingkan Nissa Sabyan, Demokrat: Tolong Jangan Serang Wanita Tak Berdosa Ini

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata