logo


Marzuki Alie Bakal Sumpah Mubahalah, MUI Beri Peringatan: Jangan Mudah Diucapkan, Berbahaya!

MUI mengatakan bahwa masih ada cara lain yang untuk menyelesaikan suatu konflik ketimbang dengan menggunakan sumpah muhabalah.

19 Februari 2021 08:16 WIB

Ilustrasi, Majelis Ulama Indonesia.
Ilustrasi, Majelis Ulama Indonesia. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Sekjen Partai Demokrat mengaku siap sumpah mubahalah untuk membuktikan bahwa ceritanya yang menyebut Megawati SoekarnopPutri kecolongan dua kali oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah benar. Hal tersebut ia sampaikan menanggapi pernyataan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut ceritanya tidak benar.

Sementara itu, Ketua Bidang Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Noor Achamd mengingatkan agar tidak mudah mengucapkan sumpah mubahalah. Apalagi sampai mempermainkan sumpah tersebut.

"Jadi mubahalah ini jangan mudah digunakan, karena mubahalah itu sebenernya sebuah sumpah kutukan, melaknat, antar yang benar dan yang salah. Artinya di situ suatu pernyataan diri kepada Allah SWT, kalau memang ada yang salah merasa benar atau sebaliknya, maka bisa dilakukan sumpah mubahalah, itu kalau sudah tidak bisa dikompromikan. Artinya benar-benar meminta laknat Allah, dan itu bahaya sekali kalau dilakukan sungguh-sungguh," kata Noor Achmad kepada wartawan, Kamis (18/2/2021).


Tak Terima Dituding Buat Pernyataan Hantu, Marzuki Alie Siap Sumpah Mubahalah

"Sehingga jangan sampai itu mudah dilakukan oleh sesama muslim, bahkan sesama umat manusia, karena kalau sudah demikian orang minta kutukan kepada Allah, orang minta laknat kepada Allah, katakanlah 'Kalau pendapat saya ini, kalau saya melakukan ini, maka saya dikutuk oleh Allah', katakan saja seperti itu, demikian pun sebaliknya kalau yang saya tuduhkan kepada kamu itu salah, maka saya dikutuk oleh Allah, itu sesuatu yang sebenernya puncak dari sebuah perselisihan," sambungnya.

Noor Achmad mengatakan bahwa masih ada cara lain yang untuk menyelesaikan suatu konflik ketimbang dengan menggunakan sumpah muhabalah.

"Apa yang dilakukan teman-teman sesama muslim, hindarilah untuk menggunakan mubahalah kalau memang bisa diselesaikan dengan musyawarah, cara-cara yang rasional. Apalagi kalau itu dilakukan dengan cara emosional, misalnya saja tantang menantang dengan satu yang lain secara emosional menggunakan mubahalah," pungkasnya.

Marzuki Ali Cerita Megawati Kecolongan Dua Kali, Demokrat: Jangan Menyebar Berita Hoax

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati