logo


Ultimatum Kepolisian Berkaitan dengan Kasus Kompol Yuni, Propam: Cicipi Narkoba, Karir Tamat Hidup Melarat!

Propam mengatakan bahwa sanksi tersebut diberikan agar aparat kepolisian tidak coba-coba berhubungan dengan narkoba.

19 Februari 2021 05:30 WIB

Eks Kapolsek Astananyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi
Eks Kapolsek Astananyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Inspektur Jenderal Ferdy Sambo memberi ultimatum kepada jajarannya untuk tidak berhubungan dengan narkoba. Hal tersebut ia sampaikan sebagai bentuk respons terhadap eks Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi yang terbukti terlibat kasus narkoba.

"Cicipi narkoba, bikin moral bejat, karir tamat, keluarga luluh lantak. Hidup melarat, nyawa sekarat atau digelandang di penjara," kata Sambo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/2/2021).

Sambo mengatakan bahwa sanksi tersebut diberikan agar aparat kepolisian tidak coba-coba berhubungan dengan narkoba. Pasalnya, sikap polisi adalah cerminan rakyat.


Menko PMK Sebut Sumut Jadi Daerah Pecandu Narkoba Terbesar di Indonesia

"Ingat bahwa kami anggota Polri menjadi ujung tombak pemberantasan narkoba di masyarakat. Jangan pernah sejengkal pun dekat dengan lingkaran setan," tandasnya.

Diketahui, saat ini Kompol Yuni sudah dicopot dari jabatannya. Ia dimutasi sebagai perwira menengah (Pamen) Polda Jabar dalam rangka proses penyidikan.

Komjen Listyo Sigit Akan Pidanakan Polisi yang Terlibat Narkoba, Mahfud: Ini Penting

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati