logo


Sepertiga Pasukan Militer AS Menolak Disuntik vaksin Covid-19, Kenapa?

Pentagon mengakui bahwa hanya 2 per tiga personil tentara AS yang bersedia menerima suntikan vaksin Covid-19

18 Februari 2021 15:30 WIB

Pentagon
Pentagon reuters

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Mayor Jenderal Jeff Taliaferro mengatakan bahwa sepertiga personil militer AS menolak untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 meski tingkat infeksi diantara pasukan militer AS cukup tinggi. Hal tersebut disebabkan karena sejumlah vaksin Covid-19 yang ada masih belum mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

"Tingkat penerimaan (vaksin Covid-19) hanya dua per tiga," kata Taliaferro dikutip CNA.

Sementara itu, juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan bahwa lebih dari 916 ribu personil AS saat ini sudah menerima suntikan vaksin Covid-19. Ia mengatakan bahwa tingkat penolakan vaksin Covid-19 diantara personil militer sama merefleksikan keseluruhan masyarakat AS.


BioNTech Bertekad Kirim Vaksin Covid-19 untuk Taiwan, Meski Dihalangi oleh China

"Kami di militer pada dasarnya merupakan cerminan dari tingkat penerimaan di masyarakat AS," kata Kirby kepada para wartawan.

Kirby mengatakan bahwa pada akhir pekan ini, lebih dari 1 juta personil militer AS akan menerima suntikan vaksin Covid-19.

Pentagon sendiri sebenarnya sudah berencana membuat program vaksinasi sebagai mandatorium bagi para personil tentara. Namun, karena vaksin-vaksin yang ada saat ini belum mendapat persetujuan untuk digunakan dalam kondisi darurat oleh FDA, maka mandatorium tersebut belum dapat dikeluarkan.

"Yang diinginkan oleh menteri (Pertahanan AS) adalah agar pria dan wanita di departemen ini membuat keputusan terbaik dan paling tepat untuk mereka dan bagi kesehatan mereka serta kesehatan keluarga mereka," kata Kirby.

Internet Diblokir, Situs Pemerintah dan Militer Myanmar Diserbu Hacker

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia