logo


Kasus Infeksi Masih Tinggi, Turki Longgarkan Aturan Lockdown

Pemerintah Turki berencana mencabut aturan lockdown secara bertahap mulai pekan depan

18 Februari 2021 13:46 WIB

Presiden Turki Recep Tayyp Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyp Erdogan Ist

ISTANBUL, JITUNEWS.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa pihaknya akan secara bertahap melonggarkan aturan pembatasan sosial berdasarkan tingkat infeksi Covid-19 yang ada di setiap provinsi, mulai akhir pekan ini.

Dalam aturan pembatasan sosial yang diberlakukan sejak Desember lalu karena meningkatnya jumlah kasus infeksi Covid-19, pemerintah Turki memberlakukan jam malam, aturan lockdown pada setiap akhir pekan dan sejumlah aturan lainnya.

Selain melonggarkan aturan lockdown, pemerintah Turki juga berencana untuk membuka kembali fasilitas pendidikan seperti sekolah umum mulai 1 Maret mendatang. Hal tersebut dilakukan seiring dengan program vaksinasi yang sejauh ini berjalan dengan lancar dimana sudah lebih dari 5,6 juta penduduk telah mendapatkan suntikan anti Covid-19 hasil pengembangan Sinovac.


Curi Uang hingga USD 1,3 Miliar, Tiga Hacker Asal Korut Jadi Buronan AS

Meski demikian, Erdogan memperingatkan warga masyarakat untuk terus mematuhi aturan protokol kesehatan.

"Kami akan mengkategorikan provinsi-provinsi kami...berdasar tingkat infeksi dan vaksinasi. Mulai Maret, kami akan memulai periode normalisasi secara bertahap," kata Erdogan dikutip Reuters.

Sejauh ini Turki sudah melaporkan lebih dari 2,6 juta kasus Covid-19 dengan 27 ribu kematian sejak awal tahap pandemi tahun lalu. Meski vaksinasi sudah dimulai pada bulan Januari lalu, namun rata-rata jumlah kasus Covid-19 harian di negara tersebut masih mengkhawatirkan yakni antara 6000-8000 kasus per hari.

Diduga Terlibat Kasus Korupsi, Seorang Tokoh Oposisi Belarus Dihukum 15 Tahun Penjara

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×