logo


Politikus Demokrat: Sejak 2014 UU ITE Ini Memakan Korban Banyak Sekali Orang-orang Kritis

Andi menyebut rata-rata ancaman hukumannya di atas lima tahun.

18 Februari 2021 13:34 WIB

Andi Arief
Andi Arief Twitter @andi_arief

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politikus Partai Demokrat, Andi Arief, berbicara mengenai bahaya UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Andi menyebut rata-rata ancaman hukumannya di atas lima tahun.

"Bahayanya UU ITE soal penangkapan karena ancaman hukumannya. Rata-rata di atas 5 tahun. Walaupun sebagian besar vonisnya akhirnya hanya kembali ke juntonya ke pasal KUHP. Kesempatan melakukan penahanan itu yang sering digunakan menangkap para pengkritik. Contoh Syahganda dkk," kata Andi Arief melalui akun Twitternya, Kamis (18/2).

Menurutnya, UU ITE ini sudah banyak menangkap orang-orang yang kritis. Andi menyebut polisi kerap melakukan penangkapan kepada mereka pada malam atau pagi buta.


Minta Kadernya Tak Jadi Pengkhianat, AHY: Mari Kita Lawan, Cegah, Tangkal Pelaku GPK-PD

"Coba dipelajari secara jernih, sejak 2014 UU ITE ini memakan korban banyak sekali orang-orang kritis dengan melakukan penangkapan/penahanan tengah malam dan subuh buta karena polisi memiliki celah ancaman hukuman di atas 5 tahun. Berapa banyak lagi korban akan terjerat?" cuit @Andiarief_.

Menurut Andi, pasal yang perlu direvisi adalah pasal yang ancaman hukumannya di atas lima tahun.

"Pasal mana yang perlu direvisi? Pasal yang ancamannya hukumannya di atas 5 tahun atau menyesuaikan ancaman hukumannya dengan pasal KUHP biasa sebagai junto. Untuk Pasal 27 merefer 310/311 UU ITE dihapus saja. Karena menurut Rachlan Nashidik kawan saya, nama baik tak bisa dicemarkan," kata Andi.

Partai Demokrat: Kalau Genting, Presiden Punya Kuasa Terbitkan Perppu Tentang UU ITE

Halaman: 
Penulis : Admin