logo


Dianggap Lakukan Monopoli, Apple Digugat Pengembang Game Fortnite

Epic Game melayangkan gugatan atas Apple kepada Komisi Eropa karena dianggap telah melakukan praktek monopoli

18 Februari 2021 11:45 WIB

Logo Apple
Logo Apple reuters

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Salah satu perusahaan pengembang video game terbesar di dunia, Epic Games, telah mengajukan tuntutan antimonopoli terhadap Apple kepada Komisi Eropa. Perusahaan tersebut mengklaim bahwa Apple telah mewajibkan mereka beban yang seharusnya tidak dapat dibebankan, seperti biaya tambahan 30 persen pada beberapa pembelian melalui App Store, bagi pihak pengembang aplikasi.

“Dari 30 persen yang mereka kenakan sebagai pajak aplikasi, mereka dapat membuatnya menjadi 50 persen atau 90 persen atau 100 persen. Di bawah teori mereka tentang bagaimana pasar ini terstruktur, mereka memiliki hak untuk melakukan itu,” kata pendiri dan Kepala Eksekutif Epic Games Tim Sweeney, dikutip Sputniknews.

“Epic tidak meminta pengadilan atau regulator mana pun untuk mengubah 30% ini menjadi beberapa nomor lain, namun (tuntutan ini dilayangkan) untuk memulihkan persaingan di iOS,” tambahnya.


Nggak Ada Nomer 4, ASUS Langsung Keluarkan ROG Phone 5

Kedua perusahaan telah terlibat sengketa hukum sejak Agustus lalu, usai Epic Games mencoba menghindari biaya dengan menerapkan pembayaran dalam aplikasinya sendiri.

Apple, di sisi lain, menyatakan bahwa Epic Game telah melanggar aturan yang mereka berlakukan kepada semua pihak pengembang aplikasi yang masuk di App Store.

"Dengan cara yang digambarkan oleh hakim sebagai tindakan menipu dan klandestin, Epic (Games) mengaktifkan fitur di aplikasinya, yang tidak ditinjau atau disetujui oleh Apple, dan mereka melakukannya dengan maksud melanggar App Store," kata perusahaan yang berbasis di Sillicon Valley itu.

Pada Juli tahun lalu, perusahaan teknologi Telegram juga mengajukan tuntutan kepada kepala antitrust Uni Eropa Margrethe Vestager terkait aturan App Store Apple.

Telegram juga mengecam praktek monopoli yang dilakukan oleh Apple dalam App Store-nya, dengan alasan bahwa komisi 30 persen untuk pembelian dalam aplikasi yang dibebankan oleh Apple terlalu berlebihan.

Pada November lalu, Apple mengatakan bahwa pihaknya akan mengurangi tingkat komisi yang mereka ambil menjadi 15 persen untuk pengembang mana pun yang menghasilkan pendapatan tahunan kurang dari $ 1 juta.

Software Bermasalah, Mercedez-Benz Terpaksa Tarik 1,29 Unit Mobil dari Pasar AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia