logo


Prabowo Dinilai Tak Mampu Jadi Presiden RI, Arief Poyuono: Surveinya Selalu Kalah Lawan Ganjar

Arief Poyuono menyebut Prabowo akan kewalahan menghadapi pandemi Covid-19. Oleh karena itu, ia meminta agar UUD 1945 diamandemen agar Presiden Joko Widodo bisa kembali menjabat sebagai presiden.

18 Februari 2021 04:30 WIB

Arief Poyuono
Arief Poyuono Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politikus Partai Gerindra Aief Poyuono mengatakan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak akan mampu menjadi Presiden RI melalui pilpres 2024. Ia menyebut Prabowo akan kewalahan menghadapi pandemi Covid-19. Oleh karena itu, ia meminta agar UUD 1945 diamandemen agar Presiden Joko Widodo bisa kembali menjabat sebagai presiden.

"Enggak mampu dia [Prabowo jadi presiden] dalam menghadapi keadaan seperti ini dan pasti kalau dia [Prabowo] maju lawan Jokowi, pasti dia [Prabowo] kalah," kata Poyuono seperti dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (17/2).

Poyuono menilai bahwa Jokowi telah berhasil membuat ekonomi Indonesia tidak terkontraksi terlalu tinggi selama pandemi Covid-19. Dengan prestasi tersebut, menurut Poyuono, Jokowi layak memipin selama 3 periode.


Tak Hanya Usul Jokowi Terbitkan Perppu Ketimbang Revisi UU ITE, MS Kaban Juga Minta HRS Dibebaskan Dulu

"Itu keberhasilan dan kemampuan seorang Jokowi untuk mengolah negara di saat krisis," sambungnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan alasan Prabowo Subianto tidak layak menjadi presiden. Ia mengatakan bahwa Prabowo memiliki elektabilitas yang rendah berdasarkan beberapa survei. Bahkan nilainya lebih rendah dari nama-nama yang masuk dalam daftar calon presiden seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Surveinya [Prabowo] kan cuma di bawah 20 persen di antara calon-calon lain dan selalu kalah lawan Ganjar," jelasnya.

Takut Berujung Laporan Polisi, Munarman Enggan Komentari UU ITE

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati