logo


Takut Berujung Laporan Polisi, Munarman Enggan Komentari UU ITE

Munarman bakal memantau penerapan UU ITE sebagaimana yang diperintahkan Kapolri.

17 Februari 2021 17:00 WIB

Jubir FPI, Munarman
Jubir FPI, Munarman Tempo

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman enggan berkomentar banyak soal perintah Kapolri Jenderal Listyo kepada jajarannya agar lebih selektif dalam menangani kasus yang berkaitan dengan UU ITE.

Sebab, UU ITE selama ini disebut sebagai senjata untuk memenjarakan pihak yang mengkritik pemerintah.

Munarman menyatakan bakal memantau penerapan UU ITE sebagaimana yang diperintahkan Kapolri.


Soal Revisi UU ITE, Pemerintah Ingin Tutup Peluang Pidanakan Pihak Kritis

“Jadi kita lihat saja (penerapannya),” kata Munarman, dilansir dari Pojoksatu.id, Rabu (17/2).

Dia menegaskan tak mau mengkritik kebijakan pemerintah, termasuk revisi UU ITE yang diduga bertujuan untuk menyelamatkan Abu Janda dkk.

“Kita susah mengomentari atau mengkritik kebijakan pejabat di republik ini. Nanti malah berujung ke laporan polisi,” jelasnya.

“Biarkan saja di mana ujung dari semua istidraj (azab berupa kenikmatan) ini,” sindir Munarman.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta jajaran Polri agar lebih berhati-hati dalam menyikapi dan menerima laporan dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Hati-hati, pasal-pasal yang bisa menimbulkan multitafsir harus diterjemahkan secara hati-hati, penuh dengan kehati-hatian,” kata Jokowi saat memberikan arahan pada rapat pimpinan TNI-Polri di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/2).

Soal UU ITE, Kapolri Tegaskan Kasus Rasisme Seperti Dialami Natalius Pigai Harus Diusut Tuntas

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×