logo


PBB Sebut Serangan Roket yang Tewaskan Kontraktor AS di Erbil Tingkatkan Ketegangan Kawasan

PBB dan negara-negara barat mengecam serangan roket yang dilancarkan terhadap pangkalan militer AS di wilayah Kurdish, Irak pada Senin awal pekan ini.

17 Februari 2021 14:15 WIB

Serangan roket di sebuah pangkalan militer AS yang berlokasi di wilayah Kurdish, Irak
Serangan roket di sebuah pangkalan militer AS yang berlokasi di wilayah Kurdish, Irak CNA

NEW YORK, JITUNEWS.COM - PBB memperingatkan bahwa situasi ketegangan di wilayah Irak dapat meningkat usai sebuah serangan roket yang menghantam sebuah pangkalan militer AS di Erbil menewaskan seorang warga sipil AS dan melukai belasan lainnya. Serangan roket tersebut memicu kecaman dari PBB dan negara-negara barat.

"Tindakan keji dan sembrono seperti itu menimbulkan ancaman besar bagi stabilitas," tulis salah satu perwakilan PBB di Irak, Jeanine Hennis-Plasschaert, dalam postingan Twitternya.

Ia meminta semua pihak untuk "menahan diri".


China Mengaku Tak Diberitahu soal Rencana Aksi Kudeta Militer Myanmar

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengaku sangat "marah" dan pihaknya akan mengejar dan mengadili pelaku serangan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan terpisah, Blinken dan sejumlah menteri luar negeri dari Jerman, Perancis, Italia dan Inggris, juga menyampaikan kecaman mereka terkait serangan tersebut dan akan mendukung investigasi yang dilakukan oleh pemerintah Irak.

"Kami bersatu dalam pandangan kami bahwa serangan terhadap AS dan personel serta fasilitas Koalisi tidak akan ditoleransi," kata pernyataan tersebut dikutip Al Jazeera.

Sementara itu, Iran membantah bahwa mereka terlibat dalam serangan roket terhadap pasukan militer AS yang dilakukan oleh sebuah kelompok militan Irak tersebut.

"Iran menganggap stabilitas dan keamanan Irak sebagai isu penting di kawasan...dan menolak segala tindakan yang mengganggu perdamaian dan tatanan di negara tersebut," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh.

Lakukan Kudeta, Inggris Minta Pihak Militer Myanmar untuk Diadili

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×