logo


Bukan AS, Rekan Dagang Terbesar Uni Eropa di Tahun 2020 adalah China

Eurostat mengungkap bahwa nilai total perdagangan antara Uni Eropa dengan China di tahun 2020 lebih besar daripada Uni Eropa-AS

17 Februari 2021 11:15 WIB

Pelabuhan Shanghai, China
Pelabuhan Shanghai, China istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Data yang dihimpun oleh Agen Statistik Uni Eropa Eurostat mengungkapkan bahwa China sudah menjadi rekan perdagangan terbesar Uni Eropa pada tahun 2020 lalu dengan nilai perdagangan total mencapai USD 710 miliar, menggeser Amerika Serikat.

"Di tahun 2020, China adalah rekan utama bagi Uni Eropa. Ini adalah hasil dari meningkatnya impor (5,6 persen) dan ekspor (2,2 persen). Di waktu yang bersamaan, hubungan dagang dengan Amerika Serikat mencatatkan sebuah penurunan yang signifikan, baik impor (-13,2 persen) dan ekspor (-8,2 persen)," kata Eurostat dalam laporannya yang dirilis pada Selasa (16/2).

Data tersebut belum mencakup perdagangan China dengan Inggris yang sudah keluar dari keanggotaan Uni Eropa pada tahun lalu.


Mulai Pekan Depan, Iran Tak Akan Lagi Transparan soal Program Pengembangan Nuklirnya

Sementara itu, nilai perdagangan AS dengan Uni Eropa pada tahun 2020 lalu hanya USD 672 miliar, turun 10 persen dari tahun 2019.

Pengamat perdagangan global Nick Marro, kepada South China Morning Post mengatakan bahwa tingkat permintaan barang mewah di pasar China yang masih tetap tinggi telah membantu sektor ekspor Uni Eropa masih terus berjalan meski ditengah kebijakan lockdown.

"Ekspansi volume perdagangan Uni Eropa-China secara total merefleksikan pertumbuhan yang kuat di sektor impor Uni Eropa dari China di tahun 2020, dibanding dengan sektor ekspor Uni Eropa yang mendapatkan keuntungan besar dari pulihnya ekonomi China," kata Marro.

"Akibatnya, struktur keseluruhan hubungan perdagangan UE masih kurang lebih tidak berubah, dan pentingnya AS sebagai mitra dagang tidak berkurang secara signifikan. Kami kemungkinan akan melihat kebangkitan yang lebih kuat dalam arus perdagangan transatlantik saat pandemi sudah berhasil dikenadilan di kedua pasar, termasuk saat kedua belah pihak memulai pemulihan pasca-krisis," tambahnya.

Namun, dengan Kesepakatan Komprehensif terhadap Investasi (CAI) antara Uni Eropa-China sudah difinalisasi pada Desember lalu, tentunya membuat peran China dalam sektor perdagangan Uni Eropa lebih meningkat. Perjanjian tersebut akan membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan Uni Eropa untuk berinvestasi ke China.

Segera Buka Kembali Kantor Kedubes di Tripoli, Mesir Lanjutkan Hubungan Diplomatik dengan Libya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia