logo


Batalnya RUU Pemilu Dikaitkan dengan Gibran, Istana Sebut Pilkada 2024 Ditentukan Tahun 2016

Istana membantah bahwa revisi UU Pemilu dan Pilkada dihentikan sebagai jalan Gibran Rakabuming Raka mencalonkan diri di Pilgub DKI Jakarta 2024.

16 Februari 2021 16:54 WIB

Mensesneg Pratikno.
Mensesneg Pratikno. setkab.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pihak Istana membantah bahwa revisi UU Pemilu dan Pilkada dihentikan sebagai jalan Gibran Rakabuming Raka mencalonkan diri di Pilgub DKI Jakarta 2024.

"Mas Gibran masih jualan martabak tahun 2016, jadi pengusaha nggak ada kebayang. Mungkin nggak kebayang juga kan maju wali kota pada waktu itu. Jadi sekali lagi, itu anu lah, jangan dihubung-hubungkan dengan itu semua sama sekali," ujar Mensesneg Pratikno dalam video yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (16/2).

"Sekali lagi, sikap pemerintah didasarkan kepada UU ini sudah ditetapkan tahun 2016 ketentuan pilkada serentak yang sudah ada di dalam UU belum kita laksanakan, ya kita laksanakan," sambungnya.


Batalnya RUU Pemilu Dikaitkan dengan Jokowi-Gibran, Ini Kata PDIP

Pratikno mengatakan bahwa dalam UU Pilkada diatur jadwal pelaksanaan pilkada serentak pada November 2024. Ketentuan tersebut diatur pada 2016.

"Jadi pilkada serentak bulan November tahun 2024 itu sudah ditetapkan di dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016. Jadi sudah ditetapkan di tahun 2016 dan itu belum kita laksanakan pilkada serentak itu. Masak sih, undang-undang belum dilaksanakan terus kemudian kita sudah mau mengubahnya? Apalagi kan undang-undang ini sudah disepakati bersama oleh DPR dan Presiden, makanya sudah ditetapkan," ujar Pratikno.

Batalnya RUU Pemilu Dikaitkan dengan Jokowi-Gibran, PKB: Sebaiknya Jangan Berspekulasi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata