logo


Tanggapi Rencana Revisi UU ITE, Novel PA 212 Sebut Rezim Jokowi Sudah Panik

Novel mengatakan pemerintah seharusnya membebaskan para ulama dan aktivis yang terjerat UU ITE terlebih dahulu.

16 Februari 2021 16:30 WIB

Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Bamukmin, usai menjadi pembicara dalam diskusi publik ‘Narasi Politik Reuni 212’ yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, Jumat (30/11).
Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Bamukmin, usai menjadi pembicara dalam diskusi publik ‘Narasi Politik Reuni 212’ yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, Jumat (30/11). Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wasekjen DPP PA 212 Novel Bamukmin menilai rencana pemerintah merevisi Undang-Undang ITE merupakan bentuk kepanikan atas terungkapnya kezaliman rezim.

“Saya rasa rezim ini sudah panik atas reaksi insan medsos yang ada saat ini, yang kebenaran sudah sampai kepada rakyat Indonesia dan ternyata memang rezim ini sudah jelas zalimnya,” kata Novel Bamukmin, seperti dikutip dari Pojoksatu.id, Selasa (16/2).

Sebelum selektif menerapkan UU ITE, Novel mengatakan pemerintah seharusnya membebaskan para ulama dan aktivis yang terjerat UU ITE terlebih dahulu.


Soal Rencana Revisi UU ITE, PAN: Perlu Diberikan Batasan yang Jelas

“Namun sudah basi sepertinya kalau tidak direalisasikan dengan membebaskan para ulama dan aktivis serta tokoh dari penjara yang berseberangan dengan rezim dari jerat kriminalisasi saat ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengingatkan jajaran Polri untuk berhati-hati dalam menyikapi laporan dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Hati-hati, pasal-pasal yang bisa menimbulkan multitafsir harus diterjemahkan secara hati-hati, penuh dengan kehati-hatian,” kata Jokowi dalam rapat pimpinan TNI-Polri di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/2).

UU ITE Bakal Direvisi, Novel PA 212: Sudah Banyak yang Jadi Korban Kriminalisasi

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×