logo


Software Bermasalah, Mercedez-Benz Terpaksa Tarik 1,29 Unit Mobil dari Pasar AS

Produsen otomotif asal Jerman, Mercedez-Benz mengatakan bahwa mereka akan menarik 1,29 juta unit mobil mereka yang terjual di Amerika Serikat sejak tahun 2016 karena adanya kecacatan pada bagian software

16 Februari 2021 14:30 WIB

Mercedez-Benz
Mercedez-Benz istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Produsen otomoti asal Jerman, Mercedez-Benz mengumumkan bahwa pihaknya akan menarik 1,29 juta unit mobil mereka yang telah terjual di pasar Amerika Serikat sejak 2016 karena adanya malfungsi pada software yang menyebabkan kegagalan dalam mendeteksi lokasi kendaraan secara akurat saat terjadi sebuah insiden kecelakaan, dilansir dari laman Dailymail.co.uk pada Selasa (16/2).

Sebelumnya, Mercedez-Benz sudah melakukan pengkajian terhadap sebuah insiden kecelakaan yang terjadi di Eropa dan menemukan bahwa sistem eCall otomatisnya mengirimkan posisi kendaraan di lokasi yang salah.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa meski mereka belum menemukan kendala teknis tersebut di unit mobil mereka yang terjual di AS, namun tindakan penarikan tersebut tetap dilakukan pada 6 April mendatang sebagai upaya pencegahan.


Rayakan Ultah, Michael Jordan Habiskan Dana Rp 13,9 T untuk Bangun Dua RS di AS

Mercedez-Benz mengatakan bahwa mereka akan mengirimkan pemberitahuan kepada semua pemilik mobil dan akan memperbarui sistem software kendaraan tanpa biaya tambahan.

Seri mobil yang akan mereka tarik dari pasar AS diantaranya adalah seri kelas CLA, GLA, GLE, GLS, SLC, A, GT, C, E, S, CLS, SL, B, GLB, GLC dan Git.

Pada Agustus tahun 2020 lalu, perusahaan otomotif Jerman tersebut juga sudah menarik 30 ribu unit mobil tipe C, CLK dan E Class tahun pembuatan antara 2000 dan 2010 karena adanya cacat produksi pada bagian sunroof.

"Daya tahan pengikat antara panel kaca sunroof dan rangka atap geser pada beberapa kendaraan mungkin tidak memenuhi spesifikasi dan panel kaca tersebut mungkin terpisah dari kendaraan," kata pihak Mercedez-Benz.

"Jika panel kaca terlepas dari kendaraan, terdapat risiko terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan cedera atau kematian orang lain di jalan," tambahnya.

Situasi Covid-19 Diprediksi Memburuk Pakar Minta Pemerintah AS Tunda Rencana Pembukaan Sekolah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia