logo


Pasukan NATO Nggak Akan Keluar dari Afghanistan Sebelum...

Sekjen NATO menegaskan bahwa pihaknya hanya akan keluar dari wilayah Afghanistan jika waktunya sudah tepat.

16 Februari 2021 09:28 WIB

Kendaraan militer pasukan NATO di Afghanistan
Kendaraan militer pasukan NATO di Afghanistan istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekertaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa pasukan aliansi tidak akan keluar dari Afghanistan sebelum "waktu yang tepat". Hal tersebut ia sampaikan pada Senin (15/2).

Sementara itu, 30 negara anggota NATO rencananya akan menggelar pertemuan pada Rabu dan Kamis besok untuk membahas mengenai penurunan ketegangan yang terjadi di internal NATO selama Trump menjabat sebagai presiden AS.

Selain itu, pertemuan tingkat tinggi yang akan digelar secara virtual tersebut juga akan membahas mengenai kelanjutan misi pasukan koalisi di Afghanistan usai Donald Trump menyepakati penarikan personil militer AS.


Myanmar Makin Mencekam, Militer Tingkatkan Kekuatan Tempur dan Blokir Internet untuk Hentikan Demonstrasi

"Sementara tidak ada aliansi yang ingin tinggal di Afghanistan lebih lama daripada yang dibutuhkan, kami (NATO) tidak akan keluar (dari Afghanistan) sebelum waktu yang tepat," kata Stoltenberg dalam konferensi pers, dikutip CNA dari AFP.

"Para menteri akan melanjutkan pengkajian situasi yang berkembang di lapangan dan mengawasi perkembangannya secara cermat," tambahnya.

Sebelumnya, pemerintahan Joe Biden mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah mengkaji ulang kesepakatan yang sudah dibuat oleh mantan presiden Trump dengan Taliban, yakni penarikan pasukan militer AS dari Afghanistan, dan kelompok militan Taliban berjanji menghentikan tindak kekerasan dan serangan mereka di negara tersebut.

Pengkajian ulang dilakukan oleh Joe Biden usai Pentagon menuding Taliban tidak memenuhi janjinya, dan bahkan telah meningkatkan intensitas tindak kekerasan pada beberapa bulan belakangan sehingga proses negosiasi damai dengan pemerintah Afghanistan tertunda lebih lama. Kelompok militan tersebut bahkan memberikan peringatan kepada NATO untuk tidak melanjutkan "okupansi dan perang" di wilayah Afghanistan.

"Taliban harus menghentikan tindak kekerasan mereka, melakukan negosiasi dengan niatan baik dan berkomitmen menghentikan kerjasama mereka dengan kelompok teroris nasional (Al Qaeda)," kata Stoltenberg.

"Tujuan utama kami sudah jelas. Afghanistan tidak akan pernah kembali menjadi surga bagi kelompok teroris," tukasnya.

Vaksin Pfizer Sudah Datang, Aussie dan Selandia Baru Mulai Vaksinasi Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia