logo


Namanya Masuk Daftar Cagub DKI, Baim Wong: Tolong Jangan Sangkut Pautkan Saya dengan Politik

Baim Wong menduga alasan namanya masuk dalam daftar cagub DKI karena selama ini ia kerap membuat konten giveaway

16 Februari 2021 07:15 WIB

Paula Verhoeven, Iriana dan Joko Widodo, beserta Baim Wong
Paula Verhoeven, Iriana dan Joko Widodo, beserta Baim Wong Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Nama Baim Wong masuk dalam daftar calon gubernur DKI Jakarta berdasarkan survei yang dilakukan oleh lembaga survei Median. Baim Wong memiliki elektabilitas 0,5 persen di Pilgub DKI.

Survei tersebut dilakukan dengan menggunakan teknik multistage random sampling dengan target sampel 400 responden. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pada tanggal 31 Januari-3 Februari 2021.

Berdasarkan hasil survei Median, pada urutan peratama ada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, disusul Tri Rismaharini, Ridwan Kamil, Djarot Saiful Hidayat, Triwaksana, Prasetyo Edi Marsudi, Ahmad Riza Patria, Abraham Lunggana, kemudian disusul Baim Wong.


Putuskan Pakai Jilbab, Evelyn Nada Anjani: Selagi Nyaman Jalani Saja

Sementara itu, Baim Wong menduga alasan namanya masuk dalam daftar cagub DKI karena selama ini ia kerap membuat konten giveaway. Ia pun berharap apa yang dilakukannya tidak dikaitkan dengan politik.

"Insyaallah pasti yang akan terpilih nanti adalah pilihan rakyatnya. Apa yang saya lakukan belakangan ini, tolong jangan disangkut-pautkan dengan pemilihan ini atau bisa dibilang politik. Cukup menjadi orang yang peduli dengan sesama saja, sudah cukup sulit bagi saya. Ingin rasanya saya bantu semua orang, cuma memang belum di kapasitasnya, semampu saya, sebisa saya, saya bantu," ungkapnya seperti dilansir detikcom, Senin (15/2/2021).

Baim Wong mengatakan bahwa apa yang dilakukannya selama ini hanya semata-mata ingin membantu orang lain. Ia menegaskna bahwa dirinya tidak haus akan jabatan.

"Dengan membantu mereka, saya merasa bahagia. Tapi kalau apa yang saya lakukan dikaitkan dengan kepentingan seperti ini, saya tidak mau. Ayah saya mengajarkan supaya saya tidak haus jabatan. Tapi Kalau jabatan itu mendatangkan pahala, saya diperbolehkan karena saya sangat percaya, pertanggungjawaban seorang pemimpin akan lebih sulit nantinya," lanjutnya.

 

Berhijab, Bagaimana Kelanjutan Profesi Evelyn Nada Anjani sebagai DJ?

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati