logo


Bantah Din Syamsuddin Tokoh Radikal, JK: Anda Lebih Hebat dari Menlu, Keliling Dunia untuk Perdamaian Interreligius

JK mengaku heran dengan pihak-pihak yang menuding Din tidak etis mengkritik pemerintah karena statusnya ASN

16 Februari 2021 05:00 WIB

Jusuf Kalla
Jusuf Kalla istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK)  menepis tudingan Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumni IT yang menyebut mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin tokoh yang radikal. Ia menyebut Din kerap keliling dunia untuk membicarakan perdamaian antarumat beragama.

"Pak Din sangat tidak mungkin radikal, dia adalah pelopor dialog antaragama dan itu tingkatannya internasional. Saya sering bilang ke dia 'Pak Din, Anda ini lebih hebat daripada menlu, selalu keliling dunia hanya berdiskusi dalam hal perdamaian dan interreligius'. Jadi orang begitu tidak radikal, sama sekali tidak radikal," kata JK dalam keterangan resminya, Senin (15/2/2021).

JK mengaku heran dengan pihak-pihak yang menuding Din tidak etis mengkritik pemerintah karena statusnya ASN. Ia menjelaskan bahwa ASN terbagi menjadi dua yakni ASN yang berada di struktur pemerintahan dan ASN yang menjalankan fungsi akademis.


Akhirnya Buka Suara, Ini Maksud JK Pertanyakan Cara Kritik Pemerintah

Ia menegaskan bahwa Din adalah ASN yang menjalankan fungsi akademis. Dimana, pandangan kritis seorang ASN yang berprofesi sebagai dosen sangat diperlukan bagi pemerintah. Pasalnya, pandangan tersebut sesuai dengan latar belakang keilmuannya.

"ASN itu terbagi dua, ada ASN yang berada di struktur pemerintahan itu ASN yang tidak boleh kritik pemerintah karena dia berada di struktur pemerintah. Ada ASN akademis sebagai dosen dan sebagainya, nah di situlah posisi Pak Din. Ini bukan soal etik mengkritik sebagai ASN tapi dia mempergunakan suatu keilmuannya untuk membicarakan sesuatu," jelas JK.

Heran Pertanyaannya Jadi Polemik, JK: Itu Artinya Mereka Anti Kritik dan Bertentangan dengan Jokowi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati