logo


Said Didu Keluhkan Keberadaan Buzzer, Ade Armando: Masak Kubu Anti-Jokowi Segitu Lemahnya

Menurut Ade, buzzer itu masyarakat sipil yang menggunakan tulisan sebagai senjata.

15 Februari 2021 20:15 WIB

Dosen Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Ade Armando.
Dosen Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Ade Armando. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Akademisi Ade Armando merespons keluhan Mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu soal pemerintah yang anti-kritik. Hal itu menyusul ‘serangan’ buzzer kepada sejumlah tokoh usai mengkritik rezim Jokowi-Ma’ruf.

Ade meminta Said Didu tak berlebihan dalam menyikapi serangan yang bertebaran di media sosial. Dosen komunikasi UI itu lantas mempertanyakan daya tahan kubu anti-Jokowi dalam menghadapi warganet.

“Buzzer itu kan masyarakat sipil? Senjatanya cuma tulisan. Masak kubu anti Jokowi segitu lemahnya menghadapi suara warga internet? Jangan cengeng ah!” cuitnya lewat akun Twitter @adearmando1, dikutip Senin (15/2).


Buzzer yang Sebarkan Hoaks Hukumnya Haram, MUI: Begitu Juga Orang yang Menyuruh

Sebelumnya, Said Didu menilai kondisi NKRI sedang tidak baik-baik saja. Pasalnya, tokoh-tokoh yang menyampaikan kritik ke pemerintah seolah terancam dua hal: diserang buzzer atau dipenjara.

“Jika pak JK @Pak_JK sudah tidak tahu cara kritik yang aman, Pak @kiangiekwik sudah ketakutan, Pak @m_dinsyamsuddin sudah seenaknya dicap radikal, Pak @RamliRizal, Pak @sudjiwotedjo, Bu @susipudjiasstuti jadi bulan-bulanan buzzeRp dan banyak tokoh dibui karena kritik, apakah NKRI masih baik-baik saja?” kicau Said Didu di akun Twitternya.

MUI Fatwakan Buzzer yang Menyesatkan Haram, Tengku Zulkarnain Tanggapi Begini

Halaman: 
Penulis : Iskandar