logo


Uni Eropa Desak China Cabut Larangan terhadap BBC News

Keputusan China memblokir hak siar BBC News mendapat kecaman dari pihak internasional, salah satunya Uni Eropa.

15 Februari 2021 11:00 WIB

Media Inggris BBC
Media Inggris BBC istimewa

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Beijing melarang penyiar tersebut awal bulan ini setelah Inggris mencabut lisensi China Global Television Network (CGTN). Menanggapi isu tersebut, Uni Eropa telah mendesak China untuk membatalkan larangannya terhadap BBC World News.

Komisi Uni Eropa tekah mengeluarkan peringatan kepada China agar tidak membatasi "kebebasan berekspresi dan akses ke informasi di dalam wilayah teritorialnya".

"Uni Eropa tetap berkomitmen kuat untuk menjaga kebebasan dan pluralisme media, serta melindungi hak atas kebebasan berekspresi online dan offline, termasuk kebebasan untuk berpendapat dan menerima serta menyampaikan informasi tanpa adanya intervensi dalam bentuk apa pun," kata pernyataan Uni Eropa, sebagaimana dikutip dari AFP.


Pasokan Vaksin Covid-19 Terkendala, Presiden Perancis: Kami Harus Bekerja dengan China dan Rusia

Sebelumnya, Otoritas penyiaran China mengklaim bahwa BBC telah menyebarkan "berita palsu" tentang penanganan krisis virus corona Covid-19 di negara itu. Sehingga mereka terpaksa mencabut hak siar BBC untuk wilayah China.

Langkah China tersebut mendapat kecaman dari pemerintah Inggris dan Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan keputusan Beijing "tidak dapat diterima", sementara juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price menyebut China sebagai "salah satu ruang informasi yang paling terkendali (oleh pemerintah), paling menindas, dan paling tidak bebas di dunia".

Sebelum BBC 'dibanned' oleh China, regulator media Inggris, Ofcom, juga sudah mencabut lisensi media China CGTN karena dinilai sudah dikendalikan oleh Partai Komunis China.

Tiga Kasus Covid-19 Misterius Muncul, PM Selandia Baru Lockdown Auckland Tiga Hari

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia