logo


Bukan Holding, Ketua Serikat Pekerja Beri Solusi Ini Agar Dapat Bunga Murah

Solusi mendapatkan bunga murah bukan dengan melakukan holding, tetapi dengan melakukan aksi korporasi lainnya, seperti obligasi, pinjam bank, IPO atau go public.

14 Februari 2021 20:02 WIB

Ketut Suhardiono
Ketut Suhardiono Dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Serikat Pekerja PT Pegadaian Ketut Suhardiono mengungkapkan bahwa tingkat bunga perusahaannya lebih rendah dibandingkan dengan lembaga pembiayaan yang lain sejenis. Pasalnya, selama ini PT Pegadaian menggunakan pola kredit jangka pendek, bahkan bebas bunga.

"Sehingga ketika nampaknya tinggi tetapi ketika kita bicara tentang jangka pendek itu tidak terlalu tinggi. Jadi kalau dibandingkan dengan pembiayaan-pembiayaan lain masih rendahlah kita," ungkap Ketut dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (14/2).

Ia menambahkan, tidak sulit bagi PT Pegadaian untuk mendapatkan bunga murah. Sebab, perusahaan yang sudah berusia 120 tahun telah mendapatkan rating AAA alias "Sehat".


Dinilai Tak Menjanjikan, Pegadaian Tutup 76 Kantor Cabang

Pada tahun 2012 kementrian BUMN menyatakan Pegadaian tidak akan di IPO karena kebutuhan modal masih bisa diatasi Pegadaian, supaya fokus melayani golongan kurang mampu dan tidak komersialisasi, walaupun pada saat itu Pegadaian berkali-kali mengajukan IPO.

Ketut pun menegaskan solusi untuk mendapatkan bunga murah bukan dengan melakukan holding, tetapi dengan melakukan aksi korporasi lainnya, seperti obligasi, pinjam bank, IPO atau go public.

Permohonan Pegadaian IPO sebenarnya pernah dilakukan pada tahun 2013 dan tahun-tahun berikutnya, namun ditolak oleh Pemerintah karena PT Pegadaian dipandang sangat dibutuhkan untuk mengemban misi sosial, dengan model pembiayaan jangka pendek dengan menyalurkan pembiayaan kepada rakyat menengah ke bawah dan menyangkut hajat hidup orang kecil.

"Kementrian BUMN pada tahun 2013 pernah  mengajukan IPO ke melalui rapat koordinasi menteri perekonomian, menteri keuangan, dan menteri ESDM Tetapi pada saat itu IPO Pegadaian ditolak. Karena apa? Karena pada saat itu pemerintah konsisten dengan tujuan pendirian Pegadaian untuk pengentasan kemiskinan,dan keberadaan Pegadaian itu menyangkut hajat hidup orang kecil," ujarnya.

Karena itu, pria yang sudah mengabdi di PT Pegadaian (Persero) puluhan tahun ini pun bingung dengan visi pemerintah saat ini. Menurutnya, IPO saja ditolak malah diakuisisi kan menjadi hal yang aneh  bila PT. Pegadaian justru digabungkan dengan Bank BRI yang berstatus sebagai  perusahaan terbuka yang sulit dikontrol oleh kebijakan negara.

"Sampai sekarang, misi sosial itu tetap diemban dan ditingkatkan Pegadaian. Jadi apa bedanya dengan sekarang yang justru akan digabung dengan perusahaan-perusahaan BRI yang notabene-nya perusahaan terbuka?," tandasnya.

Denny Siregar Singgung Ketua Serikat Pekerja: Demo Itu Mata Pencaharian Mereka

Halaman: 
Penulis : Iskandar