logo


Din Syamsuddin Dituding Radikal, Menag: Jangan Gegabah Menilai Seseorang

Yaqut mengaku tidak setuju dengan adanya pihak yang langsung menuding radikal.

14 Februari 2021 08:00 WIB

Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumni ITB melaporkan dugaan pelanggaran kode etik dan kode perilaku Din Syamsuddin ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Din Syamsuddin dilaporkan dengan tudingan radikalisme.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, meminta untuk tidak gegabah menilai seseorang radikal.

"Kita harus seobjektif mungkin dalam melihat persoalan, jangan sampai gegabah menilai seseorang radikal misalnya," kata Yaqut dalam keterangannya, Sabtu (13/2).


Din Syamsuddin Dituding Radikal, Fadli Zon: Kasihan yang Menuduhnya

Menurut Yaqut, klarifikasi penting dilakukan agar mendapatkan informasi yang valid.

"Dengan asumsi itu, maka klarifikasi atau tabayyun adalah menjadi hal yang tak boleh ditinggalkan dalam kerangka mendapat informasi valid," ujar Yaqut.

Yaqut mengaku tidak setuju dengan adanya pihak yang langsung menuding radikal.

"Saya tidak setuju jika seseorang langsung dikatakan radikal. Kritis beda dengan radikal. Berpolitik memang bisa jadi pelanggaran seorang ASN. Namun soal lontaran kritik sah-sah saja sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden Jokowi bahwa kritik itu tidak dilarang," ucap Yaqut.

"Persoalan disiplin, kode etik dan kode perilaku ASN sudah ada ranahnya. Namun, jangan sampai kita secara mudah melabeli Pak Din radikal dan sebagainya," pungkasnya.

Din Syamsuddin Dituding Radikal, Rizal Ramli: Berfikiran Cupet

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata